Archive for the ‘Belajar’ Category

Kenali Jenis Penghasilan Anda!

Posted: 1 Oktober 2011 in Belajar

Semakin canggih kecerdasan finansial Anda, maka hampir bisa dipastikan kekayaan Anda akan semakin meningkat.

Berikut adalah jenis-jenis penghasilan yang mungkin selama ini telah Anda dapatkan dan ingin mengetahui jenis penghasilan yang seperti apa yang mampu mempercepat kebebasan finansial seseorang.

Menurut penulis buku dari Inggris, Peter F Clothier, jenis-jenis penghasilan dibagi dalam 3 kategori, yaitu:

1. Penghasilan Linier

2. Penghasilan Residual

3. Penghasilan Multiplikasi

PENGHASILAN LINIER

Penghasilan Linier adalah penghasilan yang berbanding lurus dengan kerja yang kita berikan. Contoh: Anda bekerja sebagai karyawan di sebuah kantor. Di akhir bulan, Anda mendapat gaji Rp 1.000.000,- sebagai hasil pekerjaan Anda di bulan yang baru lalu. Bulan depan Anda bekerja lagi di kantor yang sama dan mendapat gaji yang sama di akhir bulan. Anda bekerja dulu, lalu dibayar. Begitu seterusnya. Sama halnya jika Anda bekerja sebagai wirausaha. Misalnya membuat roti tawar. Bulan ini Anda membuat 3000 buah roti, dan Anda mendapat untung dari penjualan ke-3000 roti tawar itu. Lalu Anda membuat lagi 3000 buah roti tawar di bulan depan dan menjual ke-3000-nya untuk mendapat untung.

Penghasilan jenis linier inilah yang banyak dikerjakan oleh sebagian besar warga masyarakat. Namun perhatikanlah: bahwa gaji pegawai swasta atau pegawai negeri memang tidak dirancang agar pegawai tersebut bisa hidup makmur (kaya). Paling tidak, hanya cukup untuk sekedar hidup. Penghasilan seperti ini tidaklah aman (insecure), terutama bagi putra-putri Anda. Apalagi bila Anda tidak memiliki tunjangan pensiun. Apa yang terjadi kelak bila Anda dan pasangan Anda tiba-tiba dipanggil Tuhan (moga-moga kita semua diberikan umur panjang oleh-Nya)? Apa yang harus menjadi sandaran hidup bagi putra-putri Anda? Bila Anda dapat menjawab pertanyaan terakhir ini, maka penghasilan Anda sudah termasuk kategori aman. Namun bila tidak, sebaiknya Anda membaca terus artikel ini hingga tuntas.

PENGHASILAN RESIDUAL

Penghasilan Residual adalah semacam royalti yang diberikan atas usaha atau jerih payah yang kita lakukan di masa lampau. Bila Anda adalah penulis lagu, atau penulis buku, maka Anda mendapatkan income dari penghasilan jenis residual ini. Anak-anak dari seorang penulis lagu, bisa mendapatkan royalti atas karya ayahnya. Demikian juga anak-anak dari ilmuwan yang karyaciptanya dihakpatenkan. Honor dari penulisan buku yang masuk kategori best seller juga bisa dijadikan penghasilan terus-menerus bagi anak-cucu. Jenis penghasilan residual ini lebih aman dibandingkan penghasilan linier. Penghasilan residual juga dinikmati oleh para agen asuransi. Sekali sebuah polis ditutup oleh agen, maka komisi penjualan ini dapat dinikmati rata-rata hingga 12 bulan ke depan. Penghasilan residual lebih menjanjikan kemakmuran dan keamanan (secure), namun Anda harus memiliki kelebihan seperti pencipta lagu, penulis buku, penemu, atau bidang yang menghasilkan royalti lainnya. Anda harus menggali ke dalam diri Anda sendiri, apakah yang bisa Anda hasilkan hingga Anda pantas mendapatkan penghasilan jenis ini?

 PENGHASILAN MULTIPLIKASI

Penghasilan Multiplikasi saat ini hanya terdapat pada bisnis Penjualan Langsung (Direct Selling/Network Marketing/Multilevel Marketing/afiliasi multi tier). penghasilan ini diberikan atas usaha / jerih payah Anda di masa lampau, namun terus berkembang atas usaha pelipatgandaan yang dilakukan oleh downline distributor di bawah Anda. Jadi Anda bukan saja mendapat royalti (penghasilan dari usaha masa lampau), namun akan terjadi multiplikasi dari penghasilan itu sendiri. Disini Anda tidak bekerja sendiri, namun merupakan kerja team.  Sesuatu kaidah yang penting dari penghasilan Multiplikasi adalah: Penghasilan Multiplikasi tidak mungkin di dapat dari bisnis money game di internet (yang “hit and run”, atau “gasak dan kabur”), juga tidak mungkin di dapat dari sistem binari dan sistem piramid yang bermotivasi penipuan. Namun penghasilan multiplikasi yang sah dan halal adalah dengan penjualan barang dan pemesanan ulang (repeat order).

Adanya pasar, repeat order dan team pemasar yang kita bina inilah yang akan menghasilkan penghasilan terus-menerus. Sehingga walau kita dan pasangan telah tiada, maka putra-putri kita akan mendapatkan royalti dan multiplikasi penghasilan dari team pemasar dan repeat order yang telah dibangun oleh orangtua-nya. Pada mulanya, penghasilan multiplikasi tidaklah langsung dapat dijadikan sandaran hidup. Beberapa distributor yang memulai membangun pasar dan team pemasar langsung biasanya akan mendapat komisi sangat kecil, misalnya Rp 8.000,- di bulan pertama. Lalu menanjak sedikit-demi sedikit menjadi Rp 15.000,- di bulan kedua, dan seterusnya. Setelah satu atau dua tahun biasanya penghasilan multiplikasi-nya telah melebih gaji di kantornya (jutaan rupiah), hingga banyak distributor yang beralih menjadi full time dalam menekuni bisnisnya. Beberapa networker sukses telah mencapai penghasilan puluhan hingga ratusan juta rupiah setelah berjuang 3 hingga 5 tahun. Komisi dan bonus hasil penjualan yang didapat adalah motor, mobil, mobil mewah dan rumah. Juga biasanya ada liburan ke luar negeri dan asuransi. Apakah Anda bisa mendapatkan gaji puluhan juta setelah 3 tahun kerja Anda sekarang? Kenapa penghasilan multiplikasi dikatakan aman? Katakanlah saat ini Anda memiliki 500 team pemasar di group Anda yang menghasilkan income lebih dari 20 juta rupiah perbulan. Di titik ini Anda bisa pensiun dan meluangkan waktu untuk liburan bersama keluarga, otomatis Anda sudah bisa menikmati pensiun muda dengan nilai sangat besar. Sementara jaringan Anda akan tetap berkembang melipatgandakan diri, yang mengakibatkan income bulan depan akan lebih besar dari bulan ini. Seandainya Anda dan pasangan harus menghadap Yang Kuasa, maka penghasilan multiplikasi ini akan dapat dinikmati oleh putra-putri untuk kuliah di luar negeri dan melanjutkan hidup dengan tingkat kemakmuran yang tinggi.

Apakah saat ini Anda sudah tertarik untuk mendapatkan pengasilan multiplikasi seperti gambaran di atas? Mungkin gaji Anda sudah cukup untuk hidup sebulan di saat ini. Tapi apakah yang terjadi bertahun-tahun nanti bila putra-putri Anda sudah besar dan biaya kuliah sudah mulai mencekik leher? Investasikanlah beberapa tahun dalam hidup Anda (biasanya 3 tahun) untuk membangun team pemasar langsung hingga Anda mencapai jenjang puncak. Bebaskanlah keluarga Anda dari masalah finansial

Pendapatan vs Waktu

Posted: 15 September 2011 in Belajar

Isilah tabel dibawah ini dengan data usia dan penghasilan perbulan anda (penghasilan yang sudah anda terima atau yang anda harapkan akan bisa anda peroleh).

Jika tabel sudah terisi, buatlah grafik yang menggambarkan hubungan antara usia anda dengan penghasilan bulanan anda.

Bagaimana Hasilnya? Apakah data anda mirip dengan kurva (a) atau lebih menyerupai kurva (b). andaikan anda diperbolehkan untuk memilih, sejujurnya anda akan memilih kurva yang seperti apa? Seperti kurva (a) atau seperti kurva (b).

Saya anjurkan jangan buru-buru memilih kurva (b). perhatikanlah usia anda dan usia orang-orang yang paling anda cintai sebelum menentukan pilihan anda, supaya anda tidak termasuk golongan orang yang hanya memikirkan diri sendiri. Maksud saya, kalau anda bisa meraih sukses lebih awal, di usia yang lebih muda , raihlah itu demi orang-orang yang anda cintai, meskipun anda sendiri tidak merasa keberatan untuk meraih sukses lebih lambat dari yang sebenarnya bisa anda raih.

Seperti lazimnya orang kebanyakan yang hidup sejaman dengan kita, usia balita kita habiskan bersama orangtua dirumah, lalu masuk TK usia 5 tahun, dan setelah itu setiap hari selama 6 tahun kita habiskan belajar di Sekolah Dasar, ditambah 3 tahun di SMP, 3 tahun di SMA dan rata-rata 5 tahun di Universitas bagi yang sempat mengenyam bangku kuliah kita mendapatkan gelar sarjana.

Setelah itu? Banyak orang menjalani hidup tanpa perencanaan. Hidup dijalani begitu saja, mengalir seperti air. Alamiah kata mereka.Gayamati kata saya. Mengapa? Ikan hidup berenang melawan arus, ikan mati hanyut mengikuti arus.

Masa sekolah selesai, dilanjutkan dengan masa mencari pekerjaan, setelah itu berkarir selama kurang lebih 30 tahunan di kantor, di pabrik, di toko dll, lalu pensiun menikmati usia senja atau mencari pekerjaan lagi, lalu pulang kampung ke akherat, … tempat kita semua berasal.

Selama berkarir, tidak jarang kita terjebak dalam kehidupan yang monoton yaitu bekerja sebulan penuh, berangkat pagi pulang malam, mendapatkan gaji yang pas ( bahkan sering kurang ) untuk bisa hidup pas satu bulan. Kita sering pula menyebut diri kita anggota BP9 ( Berangkat Pagi, Pulang Petang, Penghasilan Potong Pajak Potong Pinjaman Pas-pasan). Begitu terus berulang-ulang dan anehnya lagi kita tidak mau melakukan perubahan.

Karena tidak berani membuat rencana terbaik untuk kehidupan kita, maka sebagai akibatnya kehidupan kita direncanakan dan bahkan diatur oleh orang lain (terutama dalam hal waktu dan penghasilan).

Tanpa disadari, seperti sebagian besar orang, kita mengiukuti pola kurva (b) yaitu pola yang dicptakan oleh para majikan (pemerintah dan para pimilik usaha). Jadi, kita seperti orang yang mengendarai mobil milik kita sendiri, tetapi menyerahkan roda kemudi kepada orang lain. Akibatnya, orang lainlah yang mengatur arah, tujuan, dan bahkan kecepatan untuk mencapai tujuan hidup kita.

Kurva (b) juga mirip dengan jalan raya yang semula nampak mulus dan menanjak, seolah-olah akan membawa kita ke puncak kesuksesan, tetapi tiba-tiba putus dikilometer tertentu.

Jika anda sedang mengendarai mobil menuju kota idaman, yang jaraknya masih cukup jauh lalu anda melihat pengumuman resmi di tengah jalan yang berbunyi “Awas jalan putus pada kilometer 55 !”, kira-kira apa yang anda lakukan?

Terus melaju sampai bertemu jalan yang putus atau mulai mencari jalan alternatif sejak anda melihat papan pengumuman tadi? Keputusan ada ditangan anda, tetapi yang paling logis menurut akal sehat adalah kita segera mencari jalan alternatif SEJAK kita melihat pengumuman itu.

Walaupun demikian, aneh tapi nyata, banyak sekali orang yang dengan tenang melaju sampai bertemu dengan jalan yang putus tadi (di pension pada usia 55 tahun) baru kemudian kebingungan mencari jalan alternatif.

Jika anda sejak dahulu tidak sempat memilih grafik kehidupan terbaik atau jika saat ini anda masih muda dan baru saja memasuki usia angkatan kerja, marilah sekarang kita pelajari potensi dari masing- masing kurva tadi.

Inilah kira-kira yang akan anda peroleh jika anda memilih kurva (b) sebagai pilihan anda :

  • Pada usia 20 tahun anda akan bersaing dengan orang-orang seusia anda untuk mendapatkan lowongan pekerjaan.
  • Setelah anda berhasil mendapatkan pekerjaan, anda mulai menikmati hasil kerjaanda berupa upah atau gaji bulanan.
  • Gaji anda akan meningkat sesuai dengan prestasi dam masa kerja anda. Biasanya gaji akan naik antara 10 – 20 % per tahun.
  • Setelah anda bekerja selama 15-20 tahun, presentasi kenaikan tersebut akan semakin mengecil. Penghasilan anda pada periode setelah itu boleh dibilang mulai mendatar.
  • Mudah-mudahan perusahaan tempat anda bekerja tetap sehat dan tidak dibeli perusahaan lain, sehingga anda tidak di PHK dan sejenisnya.
  • Pada saat berusia 55 tahun, anda akan dipensiun, meskipun sebenarnya anda masih merasa mampu dan masih mau bekerja.
  • Sebagai pensiunan, penghasilan anda akan kembali mendekati penghasilan anda pada saat mulai bekerja atau bahkan bisa mendekati nol !
  • Jika anda diberi tuhan umur panjang dan anda masih bersemangat, maka besar kemungkinan anda akan mulai mencari pekerjaan, alias mengulang tahap awal hanya supaya anda tetap berpenghasilan dan bisa mempertahankangayahidup anda.
  • Demikian seterusnya sampai anda dipanggil tuhan.

Sebaliknya, jika anda mengambil kurva (a) sebagai pilihan anda maka anda akan mendapatkan kemungkinan-kemungkinan sebagai berikut.

  • Kurva (a), mengisyaratkan agar anda perlu bekerja keras membangun asset selama 5 tahun pertama atau maksimum 10 tahun.
  • Pada tahun-tahun awal, asset anda belum memberikan penghasilan perbulan yang cukup besar, tetapi trend-nya menunjukkan adanya pelipat gandaan yang eksponensial.
  • Pada tahun ke-6 dan seterusnya, penghasilan anda semakin besar, setara dengan penghasilan orang berusia 40 tahunan yang sudah bekerja selama 25 tahun.
  • Kurva (a) menunjukkan pola penghasilan dari usaha yang tergolong fast track atau jalur cepat.
  • Penghasilan yang selalu meningkat meskipun anda sudah memasuki usia pension, menunjukkan penghasilan ini bersifat pasif (passive income) karena berasal dari asset bukan berasal dari upah dan gaji (aktif income).
  • Bila penghasilan anda dari asset sudah cukup besar, saya yakin anda dapat memilih : tetap bekerja atau pension dini.
  • Jika usia anda mulai tahap awal pada usia 20 tahunan sambil bekerja sebagai karyawan di suatu perusahaan, maka anda dapat memilih untuk pensiun menjelang usia 30 tahun.
  • Jika anda diberi umur sampai 80 tahun, maka anda tersedia waktu 50 tahun bagi anda untuk melakukan apa saja yang berguna dan yang paling anda sukai, karena asset anda sudah menghasilkan uang yang semakin banyak tanpa menuntut kehadiran anda lagi.

Jika anda benar-benar serius ingin membangun kurva (a) di sisa usia anda, carilah informasi tentang sbuah usaha yang dalam waktu relative singkat dapat membantu anda untukmembangun asset yang akan menghasilkan pendapatan pasif income.

Insyaallah, dengan usaha yang tepat, system yang tepat dan guru yang tepat, dalam waktu sekitar 5 tahunan lagi anda akan berkesempatan memiliki penghasilan mirip dengan kurva (a).

Kecepatan vs Kekuatan

Posted: 14 September 2011 in Belajar

Banyak orang ingin cepat dalam setiap urusannya, inilah tabiat manusia, suka tergesa-gesa, terburu-buru, kesusu, instant dll. Tapi sayangnya, sesuatu yang instan biasanya bagus dalam jangka pendek tapi jelek untuk jangka panjang.

Segala sesuatu yang berbau “cara cepat’, ‘cara instan’ seringkali laku keras. Hal ini menunjukkan karakter sebagian besar orang yang ingin cepat dan instant. Begitupun dalam membangun bisnis jaringan. Banyak orang yang ingin cepat sukses, cepat besar bisnisnya secara instant sehingga kadang melupakan pondasi yang benar. “Cara cepat menjadi sukses dalam bisnis jaringan?” Kalau ada tema seperti ini, pasti peserta akan membludak. Tapi benarkah, ada cara cepat membangun bisnis jaringan? Jawabannya adalah TIDAK! Kalaulah ada orang yang cepat dalam bisnis ini pasti prosesnya tidak instant, karena orang itu sebelumnya sudah berproses di tempat yang lain.

Bisnis Jaringan adalah binis kepemimpinan, dan membentuk karakter pemimpin tidak ada yang instant, butuh proses. Proses dimulai dari perubahan diri, mulai dari cara berfikir bertindak dan bersikap. Skill atau ketrampilan mungkin bisa cepat dikuasai tapi karakter tidak, butuh keseriusan untuk perubahannya. Tidak cukup dalam harian, atau bulanan tapi paling tidak 1-2 tahun minimal. Itulah kenapa  kalau ada orang bisa cepat dibisnis MLM, biasanya karena mereka sudah terbentuk karakter pemimpin dalam dirinya. Bisa saat dia mulai membangun bisnis, atau bisa sebelumnya dikariernya yang lain. Begitu bergabung dengan bisnis ini, dia tinggal menyesuaikan metode, cara berfikir atau cara menjalankan bisnisnya, tapi karkater tetap sama secara umum.

Membangun karakter berarti menonjolkan karakter positif dalam diri dan menghilangkan karakter negatif yang ada. Sukses adalah karakter, begitu pula pecundang juga karakter. Seperti apa karakter sukses? Dan seperti apa karakter pecundang? Andapun pasti sudah mengetahuinya secara umum.

Karakter sukses Karakter pecundang/gagal
  • Rajin
  • Semangat
  • Antusias
  • Pantang menyerah
  • Berani gagal
  • Mau belajar
  • Berpikir Positif
  • dll
  • Malas
  • Gampang menyerah
  • Mudah Menyerah
  • Takut gagal
  • Berpikir Negatif
  • Tidak percaya diri /minder
  • Tidak mau belajar
  • dll

Karakter sukses dan gagal tidak mungkin bersama, dan itu adalah sebuah pilihan. Pilihan yang mempunyai konsekuensi yang berbeda. Karakter-karakter diatas bukanlah sekedar teori tapi sesuatu yang melekat dalam diri dan sudah menyatu.

Membangun  karakter kesuksesan dan meninggalkan karakter kegagalan, berarti membangun karakter yang akhirnya menciptakan citra diri. Membangun karakter berarti memerlukan perencanaan dan program, tidak bisa langsung terjadi begitu saja. Sudahkah anda membuat program untuk membangun karakter diri anda?

Program yang utama dalam membangun karakter diri adalah dengan merubah mindset atau cara pandang, ini membutuhkan pengetahuan yang bisa anda dapatkan dari buku, kaset dan pertemuan-pertemuan pengembangan diri. Belajar dan kemudian melakukan, proses itu akan menghasilkan internalisasi pemahaman yang ujungnya adalah perubahan. Berpikir positif misalnya, bisa anda dapatkan ketika tahu ilmunya, dan kemudian anda mengalaminya dalam proses praktek. Ketika anda mendapatkan penolakan, masihkah anda berpikir positif? Ya, sesuatu yang tidak mudah, dan bukan sekedar teori.

Dengan mudah mungkin anda akan mengatakan sabar… tapi apakah anda akan tetap sabar walaupun banyak penolakan? Atau bahkan rontoknya group anda yang pindah ke MLM lain. Apakah anda akan tetap sabar? Ketika anda tidak lagi sabar dengan kondisi ini, berarti anda gagal dalam berproses membangun karakter sabar dalam diri anda. Betul?

Menariknya, dalam bisnis MLM, pembentukan karakter menjadi sesuatu yang utama. Bahkan menjadi prioritas bisnis. Bukan jualan produknya. Maka dalam perusahaan MLM yang bagus, pasti mempunyai konsep dan program pembentukan karakter diri para membernya. Karena mereka percaya bahwa perusahaan mereka tidak akan mungkin berkembang tanpa didukung oleh sumber daya yang bagus. Maka program pembentukan Leader menjadi agenda utama, selain penyediaan produk yang bagus.

Perusahaan yang bagus akan mempunyai kurikulum dalam setiap training dan pertemuannya, mempunyai alat bantu yang akan mencerdaskan para membernya. Buku, kaset dan pertemuan menjadi wacana penting yang tidak mungkin ditinggal karena itu menjadi soko guru bisnis ini berkembang.

Maka beruntunglah anda para member yang berada di perusahaan yang mempunyai support system yang baik, program sukses anda sudah disupport oleh perusahaan, tinggal anda mau melakukan dan berproses agar terjadi internalisasi pemahaman dan akhirnya terjadi perubahan karakter yang menjadi syarat utama kesuksesan.

Apabila karakter anda sudah terbentuk, maka akan menjadi sangat mudah bagi anda menjalankan bisnis MLM. Dan andapun akan menduplikasikan kepada mitra anda dengan mudah, hasilnya?  terciptalah banyak pemimpin dalam group anda yang akhirnya membuat bisnis anda menjadi kuat dan besar. Suksespun akan datang kepada anda dengan segera. gak percaya? Buktikan!

Selamat membentuk diri, selamat berproses.

Disiplinlah dengan Uangmu

Posted: 14 September 2011 in Belajar

Setiap Bisnis apapun pasti harus ada catatan Cash Flow atau Neraca Keuangan. Ada pemasukan, ada pengeluaran dan ada kejelasan berapa keuntungan yang didapat. Semakin rapi Cash Flow maka akan semakin mudah perusahaan dalam membuat perencanaan kedepan, terkait dengan investasi dan evaluasi kerja.

Bisnis Network Marketing juga sebuah Bisnis yang membutuhkan Cash Flow yang jelas dari para pelakunya. Sejatinya para Member MLM adalah pemilik dari perusahaanya sendiri yang bekerjasama dengan perusahaan MLM. Namun banyak sekali Member yang tidak memahami konsep ini, sehingga mereka tidak menjalankan bisnis ini secara profesional.

Apa yang terjadi jika tidak ada perencanaan keuangan dalam perusahaan? Uang pribadi dan uang bisnis bercampur, tidak jelas kemana perginya uang perusahaan dan masih banyak lagi yang ujungnya perusahaan anda macet gara-gara tidak ada uang operasional. Hal inilah yang banyak menimpa para member MLM.  Mereka membangun bisnis tidak dengan pencatatan keuangan yang baik, setiap kali ada hasil dari penjualan habis dipakai untuk membeli makan dan kebutuhan keluarga tanpa investasi ke bisnis lagi. Bahkan lebih parah, uang produk yang seharusnya dibelikan produk lagi untuk memutar bisnispun habis untuk belanja. Jual produk tapi tidak ada produknya, cuma jual Catalog Produk.

Bicara tentang uang berarti bicara tentang disiplin. Sifat uang yang cair/liquid dan gampang hilang harus dijaga dengan disiplin diri, khususnya tidak menggunakan modal untuk keperluan rumah tangga. Buatlah catatan keuangan yang berbeda, catat semua pemasukan dan pengeluaran. Kalau perlu buatlah rekening bisnis sendiri. Sisihkan sebagian keuntungan untuk menambah modal dan juga jangan lupa sedekah untuk melancarkan rezeki anda.

Para ahli keuangan banyak merekomendasikan rata-rata sisihkan 10-20% dari setiap keuntungan anda untuk investasi bisnis, 10% untuk sedekah dan 10% untuk ditabung sebagai cadangan keuangan anda. Sisanya baru bisa anda pakai untuk kebutuhan anda. Bila hal ini anda lakukan maka bisnis anda akan terus bertumbuh karena kekuatan modal yang terus bertambah. Dan lebih penting lagi anda akan terbentuk karakter disiplin terhadap uang.

Banyak orang yang menjadi miskin karena mereka berorientsi pada pembelanjaan, dapat sedikit uang mereka ingin sekali belanja, entah untuk pribadi maupun untuk hal yang kurang bermanfaat. Golongan kelas menengah biasanya banyak menggunakan uang mereka untuk Life Style (gaya hidup). Mereka terjebak pada gaya hidup, bahkan seakan-akan mereka memper “Tuhan” kan gaya hidup. Menjadi tidak percaya diri kalau tidak menggunakan Blackberry atau iPhone. Karena komunitasnya punya mobil, akhirnya diapun membeli mobil. Dasar dari setiap pembelian adalah gaya hidup, bukan kebutuhan.

Tapi, bagi orang kaya mereka lebih memprioritaskan pada investasi. Setiap ada hasil keuntungan, yang mereka pikirkan adalah investasi. Sehingga income mereka bertambah banyak, kalaulah mereka membeli sesuatu seperti iPad, iPhone atau yang lain itu karena kebutuhan bukan gaya hidup. Mereka tidak berfikir gengsi, bahkan tidak punya mobilpun mereka tidak malu (padahal bisa membeli), bandingkan dengan orang yang sebenarnya tidak mampu membeli mobil, tapi memaksakan diri membeli demi gengsi. Ketenangan hidup akan menjadi parameter yang menentukan siapa yang sukses sesungguhnya. Kenapa? Orang kaya akan tenang hidupnya karena mereka mempunyai karakter yang kuat, tidak tergantung kepada orang lain, mereka berdiri di kaki mereka sendiri dengan kokoh.

Tahanlah keinginan-keinginan sesaat, tunda hingga suatu saat uang tidak akan menjadi masalah buat anda karena sudah bebas finansial.  Berfikirlah investasi…investasi…dan investasi…, Investasi yang benar (minta bantuan upline anda untuk mengetahuinya) akan membuat bisnis anda semakin besar. Percayalah, menahan nafsu untuk menggunakan atau membeli sesuatu yang belum menjadi prioritas kebutuhan anda tidak akan membuat anda mati penasaran tetapi itu akan membentuk karakter diri yang tangguh, tidak menikmati jika belum tiba waktunya…, kapankah waktunya? Saat kebebasan keuangan telah anda dapatkan, anda bisa membeli apapun kapanpun anda mau. Mau? Tahan diri dulu ya…

Disiplin terhadap uang juga berarti jangan gunakan uang yang bukan hak anda. Ibarat orang lapar, kadang kala karena nafsu, makanan apapun yang ada didekatnya akan dimakan tanpa peduli siapa pemiliknya. Hal ini juga terjadi pada uang, banyak orang yang terjepit masalah karena uang, bisa karena kebutuhan keluarga, atau karena tagihan hutang dan lain-lain yang membuatnya gelap mata. Uang yang ditangannya, walaupun bukan uangnya dia pakai untuk keperluan pribadinya. Yang lebih parah uang itu adalah uang downline yang nitip padanya untuk beli produk atau membuka stokist dll. Ini yang namanya bunuh diri, karena dengan begitu anda sedang menghancurkan bisnis anda sendiri. Downline andapun akan lari dari anda dan tentu saja semua orang akan memberi cap “JELEK” pada anda. Jadi,… tahan nafsu anda terhadap uang.

Sekali lagi, semua bermula dari disiplin diri terhadap uang, baik mengelola  keuangan, Cash Flow maupun keteguhan hati untuk tidak tergoda menggunakan uang milik orang lain. Kuatkan disiplin diri, perbaiki perencanaan keuangan anda dan mulailah berinvestasi lebih banyak, khususnya dalam jaringan anda karena anda adalah seorang Pembangun Jaringan. Perbanyak alat bantu, bantu jaringan untuk terus bertumbuh, sehingga suatu saat jaringan anda akan berkembang dan akhirnya terciptalah mesin uang yang akan membuat anda freedom.

Beberapa ketakutan dalam menjalankan MLM

Posted: 14 September 2011 in Belajar

Takut Gagal Dalam Menjalankan Bisnis K-Link

  • Lupakan takut itu, teruskan keinginan untuk berbisnis K-Link. Anda belum mencoba bagaimana anda tahu akan gagal? Bagaimana jika sukses? Lakukan dulu, baru anda tahu apa hasilnya.
  • Sebagian dari takut itu adalah hanya karena pengaruh dari orang yang pandai menunjuk dan tidak pernah sekalipun menerjuni di bidang MLM.
  • Menyadari bahwa kegagalan adalah proses dari kesuksesan. Takut gagal ibarat membuat tembok yang menghalangi perjalanan anda menuju kesuksesan.

Takut Apa Nanti Kata Orang Lain

  • Jika anda mendengar orang, memanglah tidak akan ada habisnya. Sejak kapan anda membiarkan orang lain menjadi penentu masa depan anda?
  • Berbanggalah anda karena anda telah menjadi seorang pengusaha.
  • Berbanggalah dengan bisnis K-Link anda karena bisnis K-Link bukan bisnis yang bisa dipandang remeh.

Takut Tidak Ada Yang Berminat

  • Siapa yang tidak berminat dengan uang?
  • Beri peluang diri anda untuk mencoba terlebih dulu.
  • Orang pertama tidak berminat, coba orang kedua, ketiga, keempat sampai ke 50. Jika sudah 50 orang mengatakan “tidak minat” anda menjadi lebih berani dan positif untuk mencoba 50 orang lagi. Kegagalan adalah kesuksesan yang tertunda.
  • Selalu minta referensi nama orang lain dari orang yang tidak berminat.

Takut Karena Tidak Tahu Menjalankan Bisnis K-Link

  • Upline anda senantiasa membantu anda, asal anda meminta bantuannya. Kesuksesan anda adalah kesuksesan upline anda juga. Selalu menghadiri pertemuan.
  • Gunakan kesempatan yang ada untuk belajar tentang bisnis K-Link. Upline anda mau membimbing. Yang penting adalah kemauan anda.
  • Menyadari sebagian besar orang-orang yang telah sukses di bisnis K-Link pada awalnya tidak tahu apa-apa tentang bisnis K-Link.

Takut Tidak Bisa Menjawab

  • Bertindak jujur. Terus terang bahwa anda masih baru dan tidak dapat menjawab pertanyaan yang diajukan. Jangan berbohong. Orang lebih menyukai anda jika anda jujur.
  • Tuliskan pertanyaan mereka dan berjanji akan memberikan jawabannya besok. Hubungi upline anda dengan segera untuk mendapatkan jawabannya.
  • Minta bantuan upline anda supaya dapat bersama sama anda menjual, prospek dan mengendalikan home meeting untuk pertama kali.

Takut Salah Memilih Bisnis

  • Senantiasa melihat bukti-bukti bahwa bisnis MLM telah menghasilkan banyak jutawan.
  • MLM adalah perniagaan yang paling diminati, buktinya bila krisis ekonomi, bisnis MLM akan meningkat.
  • Inflasi boleh dikatakan suatu berkat untuk bisnis MLM. Jika terjadi inflasi banyak orang memilih MLM untuk mencari uang tambahan.
  • Banyak orang menyukai service pribadi yang terdapat di MLM. Jaman sibuk sekarang memang orang mengharapkan service pribadi.

Mengatasi Rasa Malu

Malukah anda untuk mendapatkan uang dan kesuksesan? Memang tidak bisa dipungkiri pertama kali memulai bisnis MLM, rasa malu itu pasti ada. Tetapi hari kedua, ketiga rasa malu itu akan hilang dengan sendirinya.

Tindakan Berikut Bisa Membantu Anda Mengatasi Rasa Malu

  • Tanya kepada diri sendiri,”apa yang saya dapatkan dari malu?” Jawabannya adalah,”saya rugi dan membodohi diri sendiri.”
  • Menyadari bahwa diri anda juga orang penting seperti orang lain. Jadi anda tidak perlu merasa rendah diri dan malu.
  • Mengingatkan kepada diri sendiri bahwa anda sama sempuna dengan orang lain.
  • Pandang tepat ke mata orang. Bukan menunduk.
  • Duduk di paling depan pada saat pertemuan. Juga berjalan paling depan sekali adalah cara yang efektif untuk menghilangkan rasa malu.
  • Keberanian anda berbicara depan banyak orang adalah cara efektif untuk menghilangkan rasa malu.
  • Coba berkenalan dengan orang bukan menunggu orang berkenalan dengan anda.

Mengatasi Rasa Malas

Untuk mengatasi rasa malas adalah melawannya sebelum malas itu menguasai anda. Jangan beri kesempatan untuk rasa malas singgah di dalam diri anda. Tidak ada tempat didalam bisnis MLM untuk orang yang bermalas-malasan.

Tips Berikut Dapat Mengatasi Rasa Malas

  • Sadarkan diri anda segera bahwa orang yang malas tidak pernah sukses dan orang sukses tidak pernah merasa malas dan jenuh.
  • Berjalan 30% lebih cepat dari biasa, bisa membuang rasa malas.
  • Hindari bergaul dengan orang yang pemalas.
  • Berhenti dari menyebut “Saya MALAS” dan “Saya JENUH”
  • Ingat impian yang harus anda capai.

Punya Bisnis Besar…, Mau … ?

Posted: 14 September 2011 in Belajar

Kenapa CA, SCA & RCA memiliki Bisnis dan Penghasilan Besar ? Karena Mereka Membangun Jaringan

Kenapa Mereka Membangun Jaringan ? Karena Mereka Professional (Amatir Jualan Saja)

Kenapa Mereka Professional ? Karena Mereka Serius !!!

Kenapa Mereka  Mau Serius ? Karena Mereka Mempunyai Impian

Kenapa Mereka  Mempunyai Impian ? Karena Mereka Hidup …

Serius di Bisnis K-Link bukan berarti Anda lakukan usaha ini 24 Jam dan resain dari pekerjaan utama… tetapi cukup dengan melakukan kebiasaan seorang “Partner Sejati” :

  • Presentasi 30x/Bulan
  • Melayani 5-10 Pelanggan (400 Bv)
  • Mendengarkan 3 Judul Kaset/Hari
  • Baca Buku Positif 10-30 Menit/Hari
  • Melakukan  “Segitiga S”
  • Datang di setiap Pertemuan
  • Good Promotor
  • Good Team Player
  • Unity

Seorang Pembangun Jaringan Profesional paham bahwa membangun “Jaringan” itu: ada ilmunya serta butuh waktu dan proses

Apa yang dilakukan dalam “Membangun Jaringan” ?

  • Menambah Daftar Nama
  • Mengundang/Membuat Janji
  • Presentasi
  • Follow Up

Ilmu/Kemampuan Apa Yang “Mutlak” Harus Dikuasai Seorang  “Pembangun Jaringan” ? People Skill (Ilmu berhubungan dengan Manusia)

Bagaimana supaya Bisnis/Jaringan yang dibangun bisa Berkembang ? Gunakan “Support System”

Apakah Support System Itu ? System yang didesain untuk mempermudah “Duplikasi”

Duplikasi : Lihat, Tiru, Lakukan, Belajar, Lakukan, Ajarkan

Semakin banyak Group Anda yang menduplikasi Anda/Upline Anda, Bisnis Anda semakin Besar….

Apa Support System di K-Link ? “K-System”

Bagaimana Metode Pembelajaran  di K-System ? Menggunakan Buku, Kaset, Pertemuan (Training)

Bagaimana saya memanfaatkan K-System supaya Maksimal ? Promosi !!!

Yang dilakukan seorang Pembangun Jaringan Adalah Menginstall System (2-5 Tahun), setelah itu System akan Bekerja Untuknya

Jadilah Seorang Pembangun Jaringan Sejati…..

Sukses Untuk Anda !!!

Langkah Pertama Sebagai Member K-LINK

Posted: 9 September 2011 in Belajar

Silahkan anda baca artikel ini jika anda sudah bergabung dan yakin K-Link bisa memberikan apa yang anda harapkan. Jika belum, silahkan anda mencari apa yang bisa meyakinkan anda terhadap K-Link atau silahkan anda mencari apa yang menjadi keyakinan anda. Karena tanpa keyakinan atas apa yang anda lakukan, maka apapun yang anda lakukan tidak akan pernah memberikan hasil yang maksimal, kecuali anda benar-benar beruntung!!!

Baiklah… mari kita mulai.

Setelah anda bergabung menjadi member/distributor K-Link maka anda akan mendapatkan :

1 Botol UIE Liquid Chlorophyll (500ml) + Starterkit yang terdiri dari : VCD Company Profile + VCD Produk Profile, Katalog Produk, Rangkuman Marketing Plan, 4 Buah Kaset panduan, dan buku Foundation Pack.

Hal pertama yang anda lakukan adalah VCD Company Profile K-Link. Lihat dan pahami apa dan bagaimana K-Link sebenarnya. Lakukan hal ini berulang agar anda benar-benar paham tentang     K-Link. Karena pemahaman anda akan K Link akan dipertanyakan saat anda melakukan prospek.

Hal kedua adalah lihat VCD Product Profile dari K-Link bersamaan dengan Product Katalognya,    di dalamnya dibahas tentang produk-produk K-Link dan manfaat dari produk-produk tersebut. Pembahasan dilakukan oleh para dokter-dokter ahli di bidangnnya. Yang perlu anda cari disini adalah keyakinan bahwa produk-produk yang dipasarkan oleh K-Link adalah produk-produk yang telah diuji dengan seksama dan memilki manfaat yang luar biasa bagi yang mengkonsumsinya. Setelah anda yakin dan paham akan produk-produk K-Link yang ada, maka anda akan dengan mudah menjual produk-produk tersebut kepada konsumen karena anda sudah memiliki keyakinan dan dasar atas kebaikan dari produk-produk K-Link. Hal ini sangat penting, karena inti dari MLM adalah pada M yang terakhir yang artinya Marketing = Pemasaran, jadi dalam hal ini saat anda memulai bisnis ini sangat penting bagi anda untuk bisa memasarkan produk K-Link dan bukan hanya menjadi konsumsi pribadi. Karena K-Link merekrut distributor bukan konsumen.

Hal yang ketiga adalah melihat dan mempelajari secara sederhana Marketing Plan dari K-Link. Saat pertama kali anda membuka Rangkuman Marketing Plan K-Link anda pasti merasa sulit untuk mengerti tentang Marketing Plan K-Link tersebut, disinilah saatnya anda melakukan komunikasi kepada orang yang merekrut anda sebagai distributor K-Link. Berusahalah untuk mendapatkan penjelasan yang walaupun sederhana dapat memberikan keyakinan kepada anda tentang bagaimana dan mengapa bisnis K-Link bisa menjadi bisnis yang besar, adil dan bahkan mendapatkan Sertifikasi Syariah dari MUI.

Namun apabila anda sudah merasa yakin tentang kebaikan bisnis MLM K-Link melalui fakta dan bukti-bukti keberhasilan yang sudah ada, maka hal yang harus anda lakukan selanjutnya adalah mempelajari Foundation Pack.

Hal yang keempat adalah membaca, mempelajari dan mengisi Foundation Pack, mintalah bimbingan dari Sponsor atau Upline anda tentang bagaimana bekerja dengan Foundation Pack.

Hal yang kelima…… Selamat!!! Anda telah siap untuk menjalankan bisnis ini. Hal yang perlu diingat saat menjalankan bisnis ini adalah. Kerja Keras, Sabar, dan Mau Belajar dan yang terpenting tidak takut di tolak, karena penolakan adalah kunci dari keberhasilan, sama halnya dengan kegagalan adalah awal dari keberhasilan, dan tidak ada keberhasilan tanpa diawali kegagalan. Bahkan untuk belajar berjalanpun kita pasti terjatuh. Tetaplah bekerja sama dengan Upline-upline anda, karena mereka adalah orang-orang yang lebih dulu memulai bisnis ini dan tentunya mereka memiliki jawaban-jawaban atas pertanyaan dan kesulitan-kesulitan yang kita temui.

SETIAP KESUKSESAN, SELALU DIAWALI OLEH KEBERHASILAN MENJUAL

Percaya atau tidak, setiap orang adalah seorang penjual dalam kehidupannya. Coba kita perhatikan, setiap tokoh yang berhasil pastilah penjual yang baik, entah itu pengusaha, politikus, ilmuwan, seniman, artis atau siapapun.

Selalu ada barang atau jasa yang harus kita tawarkan kepada orang lain. Selalu ada keharusan untuk meyakinkan orang lain untuk sekedar menerima ide atau gagasan yang kita miliki. Berhasil atau tidak, itu tergantung pada kemampuan kita berkreasi, membuat apa yang kita miliki tampak berharga bagi si calon pembeli.

Kita semua adalah penjual, dan buku ini adalah pegangan penting sebelum memulai penjualan. Pada isinya akan ditemui 101 tips kilat yang akan membantu siapapun untuk menjadi penjual yang sukses. Pelajarilah dengan segera dan terapkan dalam kehidupan anda sebelum para pesaing membeli buku ini dan menjadi penjual yang lebih baik dari anda.

Jadilah orang yang menjual apa saja kepada siapa saja !

1.    Penjual Hebat Karena Tekad Bukan Bakat

Masih menyesali diri karena merasa terlahir tanpa bakat menjual? Berhentilah! Tak ada penjual yang berhasil karena semata mengandalkan bakat. Faktanya, kita tentu sering menemukan seseorang yang berangkat dari tak tahu apa-apa, lalu menekuni suatu bidang dan dalam waktu 10 tahun (atau mungkin lebih cepat), tiba-tiba menjadi genius pada bidang itu.

Menurut penelitian terhadap pemusik, olahragawan, penulis novel fiksi dan berbagai macam orang dengan jenis pekerjaan lainnya menunjukkan bahwa perbedaan diantara mereka yang sukses dengan yang gagal adalah terletak hanya pada kerja kerasnya dalam waktu yang lama.

Latihan dalam waktu yang lama tak akan terwujud tanpa tekad yang kuat menghadapi kegagalan demi kegagalan. Kesalahan dan kegagalan sama halnya dengan keberhasilan, bersama-sama membentuk karakter seorang penjual yang berhasil. Jadi, tekad untuk berhasillah yang membentuk penjual, bukan bakat!

2.    Keberhasilan Dimulai Bahkan Sebelum Anda Mulai Menjual

Mereka yang telah berkecimpung di dunia penjualan sepenuhnya menyadari bahwa keberhasilan penjualan bahkan telah ditentukan sebelum mereka mulai menjual. Aneka persiapan, baik itu yang bersifat mental ataupun teknis, perlu dilakukan sebelum menjual suatu produk ke orang lain. Persiapan teknis mungkin telah sering dilakukan, tetapi bagaimana dengan persiapan mental?

Setiap penjual yang sukses memiliki persiapan mental yang positif. Jauh sebelum menjual, mereka  telah berhasil  meyakinkan

diri mereka sendiri bahwa mereka akan menjual banyak produk ke calon pelanggan. Keyakinan positif ini akan menggerakkan energi dalam diri untuk mewujudkannya menjadi kenyataan. Jadi, sebelum berupaya meyakinkan pelanggan, ada baiknya Anda berusaha meyakinkan diri Anda sendiri … AKU PASTI BERHASIL… !

3.    Belajarlah dari Tukang Parkir

Jalanan yang padat itu hampir mustahil untuk disebrangi. Seorang pria berseragam oranye tiba-tiba saja sigap melompat ke tengah jalan dan menghadang kendaraan yang sedang bergegas. Dengan bermodalkan peluit di bibir, aksi sang pria membuka jalan bagi sebuah mobil mewah untuk menyebrangi jalanan itu. Sambil berlalu, tak lupa sang pengemudi menyodorkan dua lembar uang seribu rupiah untuk si tukang parkir sebagai tanda terima kasihnya.

Sebuah pelajaran berharga dapat diperoleh dari mana saja, tak terkecuali dari jalanan. Aksi si tukang parkir mungkin saja membuat para pengguna jalan yang merasa terganggu akan kehadirannya, namun bagi sang pengendara mobil mewah, kehadiran tukang parkir bak malaikat penyelamat. Dalam hal ini, situkang parkir adalah penjual. Secara naluriah, ia sadar sedang menjual jasanya pada si pengendara mobil mewah. Kesediaannya memasang badan demi sang pelanggan menunjukkan dedikasi situkang parkir pada pekerjaannya. Demi dua ribu rupiah, sang tukang parkir rela melakukan tindakan beresiko dengan kemungkinan terburuk kehilangan nyawanya untuk memberikan pelayanan  terbaik  bagi  konsumennya.

Tak  bisakah  kita  meniru semangat tukang parkir dalam menjual?

4.    Ciri-ciri orang yang Berbakat Menjual (1) : Selalu ingin menang  di setiap kesempatan

Yang dibutuhkan bagi penjual untuk sukses adalah memiliki hasrat untuk ingin menang di setiap kesempatan. Karena menjual adalah pekerjaan dengan tantangan terbanyak dan tidak semua orang mampu membangun mental yang kuat dalam menghadapi segala tantangan dalam penjualan yang datang dari mana saja, bisa dari pesaing, dari pelanggan, dan yang paling utama dari diri sendiri. Karena itu tidak akan menjadi masalah seberapa besar tantangan yang dihadapi, mereka akan selalu berusaha untuk menang dalam setiap kesempatan.

5.    Ciri-ciri orang yang Berbakat Menjual (2) : Percaya diri

Penjual yang sukses selalu tampil dengan percaya diri yang tinggi. Karena akan memberikan ketenangan bagi calon pelanggan bahwa produk yang dibeli benar-benar produk yang bagus.

6.    Siapkan bahan obrolan

Penjual yang baik adalah seorang teman ngobrol yang asyik. Segera cari bahan obrolan yang sesuai agar hubungan yang terjalin cepat akrab tanpa kecurigaan. Perluas wawasan dengan baca koran, nonton TV, browsing internet. Segala sesuatu dapat dijadikan objek obrolan, dari cuaca, sepak bola, hingga isu politik, untuk tambahan sedikit humor akan banyak membantu memecahkan kebekuan. Suasana hati yang hangat dan senang akan mendorong pelanggan membeli lebih banyak.

 7.    Selalu terlihat antusias

Menjuallah dengan perasaan antusias pada produk yang kita jual. Antusiasme itu akan menular pada calon pelanggan. Mereka pun menjadi antusias membeli produk kita.

 8.    Penjual mewakili produk yang dijualnya

Orang tentu terlebih dahulu mencoba menilai siapa yang sedang berupaya menjual barang itu. Ini cara termudah bagi calon pembeli untuk mempelajari produk yang akan dibelinya. Penjual mewakili produk yang dijualnya. Tidak mungkin menyerahkan pejualan produk kesehatan pada penjual yang berwajah pucat dengan tubuh yang tidak sehat. Suka atau tidak suka, penjual harus menjadi model ideal bagi produk yang dijualnya.

 9.    Pahami produk seutuhnya

Rasanya aneh bila ada seorang penjual yang tidak menguasai produk yang dijualnya. Produk Knowledge adalah keharusan bagi penjual. Penjual harus sangat akrab dan mengenal seluk beluk produknya dari A sampai Z. Bagaimana anda dapat meyakinkan calon pelanggan bahwa produk yang anda tawarkan akan bermanfaat bagi mereka, bila anda sendiri tidak tahu bagaimana produk anda bekerja.

10.  Siapa pesaing saya?

Produk saya nomor satu! Produk saya lebih baik dari pesaing mana pun! Tetapi benarkah anda mengetahui seberapa hebat produk pesaing. Penjual yang baik selalu mampu mengidentifikasi keunggulan dan kelemahan pesaingnya. Dengan begitu kita akan dengan mudah menyampaikan keunggulan produk dibandingkan pesaing. Temukan mengapa pembeli harus membeli dari anda, bukan dari pesaing.

11.  Pemasaran adalah persepsi

Pembeli hanya membeli produk yang mereka persepsikan baik. Jika ingin menjual lebih banyak, perhatikan persepsi pelanggan.

12.  Apa yang benar-benar diinginkan pelanggan?

Perhatikan apa yang benar-benar mereka butuhkan? Apa yang benar-benar mereka inginkan?

Contoh:

Penjual : Ada yang bisa saya bantu, produk apa yang anda inginkan?

Pembeli: Produk yang membuat penyakit Diabetes saya sembuh.

Penjual : Coba Produk ini. Produk ini sangat sesuai dengan apa yang anda butuhkan. Tanpa efek samping dan dalam waktu yang 3-5 hari cepat terasa khasiatnya.

Pembeli: Iya saya beli.

Penjual yang baik adalah penolong. Untuk menolong penjual harus tahu apa yang dibutuhkan dan diinginkan calon pembeli dan membawa produk yang menjadi solusi bagi masalah calon pembeli.

13.  Carilah orang yang membutuhkan pertolongan!

Produk yang sempurna dan presentasi yang meyakinkan tidak cukup untuk membeli. Anda mungkin pernah mengalaminya, berbicara berjam-jam, mulut sampai berbusa namun penjualan nihil. Apa yang terjadi?

Coba periksa ulang. Apakah orang yang anda hadapi benar-benar sasaran yang tepat bagi produk anda? Ingat, pengertian pasar adalah orang yang butuh, orang yang ingin, dan punya daya beli. Berupaya menjual sesuatu kepada orang yang bukan menjadi target pasar produk kita, hanya akan membuang-buang waktu dan tenaga. Sama halnya dengan menawarkan bantuan berupa baju hangat pada seseorang di siang yang terik, tawarkanlah baju hangat itu diwaktu malam yang dingin. Carilah orang yang membutuhkan pertolongan.

14.  Tengok daftar pelanggan anda! Siapa berada di 10 besar?

Agar penjualan melonjak tinggi, kenalilah dengan sempurna profil calon pembeli anda. Bagaimana caranya?

Daftar pelanggan adalah senjata terpenting untuk mengenali karakter konsumen. Cari tahu siapa konsumen terbesar anda? Cari tahu kemiripan diantara mereka, mengapa mereka membeli dari anda dan dimana anda dapat menemukan mereka?

15.  Cari tahu dimana pelanggan menghbiskan waktu?

Mengunjungi tempat-tempat yang biasa dikunjungi oleh calon pelanggan, akan membantu anda melakukan pengamatan terhadap pola pikir, kebiasaan, kesenangan, dan cara konsumen mengambil keputusan.

16.  Harus Tahu: Empat Alasan orang membeli

Berikut adalah empat alasan dasar mengapa orang mau membeli sebuah produk :

1.  Pemeliharaan diri

(keamanan, kesehatan, pemeliharaan diri dan keluarga)

Misal : K-Liquid Chlorophyll akan menjaga kesehatan

keluarga dari penyakit-penyakit berbahaya.

2.  Percintaan

(seks dan cinta)

Misal : Parfum akan mendatangkan cinta yang banyak bagi

Pembeli.

3.  Uang

(keinginan memperoleh uang banyak)

Misal : Peluang usaha K-Link akan mendatangkan banyak

uang bagi para Distributornya.

4.   Penghargaan

(kebanggaan dan pujian)

Misal : Pilihan motor akan membuat pembeli tampil lebih

bergaya.

Bila ingin menjual lebih banyak, para penjual sebaiknya cermat mengaitkan penawaran manfaat produknya dengan keempat hal tersebut diatas.

17.  Ingat selalu AIDA

Attention (A)

Lakukan berbgai upaya untuk menarik perhatian. Coba gaya yang unik!

Interest (I)

Gelitik ketertarikan calon pembeli dengan menunjukkan produk yang anda tawarkan memberikan efek positif bagi kehidupannya. Tonjolkan manfaat dari produk yang anda jual!

Desire (D)

Bangkitkan hasrat mereka untuk memiliki produk yang anda jual. Caranya? Berikan jaminan bahwa produk yang akan mereka beli tidak akan mendatangkan penyesalan. Berikan tambahan bonus untuk membantu konsumen dalam mengambil keputusan membeli.

Action (A)

Bantu konsumen untuk mempermudah proses transaksi. Tawarkan alternatif pembayaran yang menguntungkan bagi mereka.

18.  Tak ada keakraban, tak ada penjualan

Cairkan kebekuan dengan menemukan tombol pemanasnya. Cari tahu apa yang mereka suka, mencoba berkunjung secara rutin, atau lakukan upaya apapun yang dapat anda gunakan untuk menambah keakraban dengan calon pembeli. Bila hubungan akrab terjalin anda akan menemukan informasi-informasi penting meluncur begitu saja dari mulut calon pembeli. Mereka akan menceritakan segala rahasia yang akan membuat mereka tak akan berhenti membeli produk anda.

19.  Mereka menginginkan teman, bukan penjual

Jika anda sedang ada masalah, petuah siapa yang anda dengar? Seorang teman akan memberi petuah yang terbaik. Nah bagaimana dengan penjual ? nasihat yang paling tulus dari seorang penjual pun tidak jarang mendatangkan cibiran dari konsumennya. Ah mereka kan hanya peduli pada produk mereka!  Dengan alasan itulah orang lebih menyukai membeli dari teman mereka. Ini adalah salah satu nasihat terbaik : jadilah teman bagi pelanggan anda, bukan penjual …

20.  Target saja tidaklah cukup!

Supervisor penjualan selalu memberikan anda motivasi dengan target-target yang menantang. Apakah target itu benar-benar memotivasi anda? ataukah justru membebani anda?

Target akan membantu anda berjalan. Target akan membantu anda mencapai tujuan. Jika tidak memiliki target sama saja memiliki anak panah di tangan, namun tak tahu harus membidikkan kemana. Penjual yang satu menginginkan omset yang tinggi untuk memperoleh jabatan tinggi. Sementara penjual yang lain ingin memperoleh bonus yang lebih besar agar dapat membeli apapun yang mereka inginkan. Adapula yang melakukannya demi keluarga. Coba renungkan, mengapa anda harus mencapai target? Dengan mengingatnya, keinginan untuk bekerja lebih keras akan selalu terjaga.

21.  Produk yang bagus akan menjual dirinya sendiri

Tak perlu basa-basi, tak perlu banyak omong, produk yang bagus akan menjual dirinya sendiri. Penjual yang merasa yakin dengan produk yang dijualnya tahu bahwa dengan menawarkan secara berlebihan justru akan membuat konsumen merasa curiga. Anda dapat membantunya dengan mengenalkan produk pada orang yang tepat. Siapa orang yang tepat itu? Tentu saja mereka yang membutuhkannya … berhentilah menjual seperti tukang obat.

22.  Intinya kesetaraan

Penjual memiliki sesuatu yang dibutuhkan pembeli, dan pembeli akan menukarkan sesuatu itu dengan sejumlah uang yang mereka nilai layak. Setara. Tak ada alasan untuk merendahkan dan direndahkan.

23.  Transaksi penjualan selalu dipenuhi harapan meraih keuntungan

Pembeli sebagai pihak yang mengeluarkan uang tentunya juga mengharapkan keuntungan. Keuntungan yang mereka harapkan bukanlah berwujud jumlah nominal. Dengan mengeluarkan uang serendah-rendahnya, mereka berharap memperoleh manfaat yang setinggi-tingginya dari produk yang mereka beli. Untuk meningkatkan penjualan tawarkanlah keuntungan yang diperoleh pembeli.

24.  Rumus laku : satu penjual, banyak pembeli

Kapan saat menguntungkan untuk menjual? Ketika orang-orang datang silih berganti untuk melihat barang dagangan anda. Jangan lupa saat terbaik untuk membuat transaksi adalah saat ada lebih dari satu peminat secara bersamaan datang melihat.

Ingin produk anda cepat laku? Bentuklah situasi dimana anda menjadi satu-satunya penjual diantara banyak calon pembeli.

25.  Rumus tidak laku : satu pembeli, banyak penjual

Jangan pernah membuat transaksi saat hanya ada satu pembeli diantara banyak penjual. Karena situasi ini anda dipaksa perang harga untuk menurunkan harga serendah-rendahnya. Hindari situasi yang kurang menguntungkan ini.

26.  Menjual seni menciptakan keinginan membeli

Adalah tugas seorang penjual untuk menyadarkan pembeli. Penjual harus memutar otak, menggunakan kepandaian serta kreativitasnya untuk menggelitik benak pembeli, sehingga yang tadinya tidak terpikir untuk membeli, menjadi punya keinginan untuk membeli.

27.  Ajukan pertanyaan yang tepat

Dalam upaya membangkitkan keinginan pembeli, jangan melakukannya dengan berlebihan. Tak perlu mendesak atau mengajukan pertanyaan-pertanyaan yang sifatnya menjebak sehingga konsumen merasa dibodohi. Cukup siapkan beberapa pertanyaan yang mungkin dapat membantu anda memperoleh informasi tentang kebutuhan dan keinginan konsumen.

Contoh :

Penjual : mau ke jakarta ya pak?

Pembeli: iya

Penjual : kalau dari jogja ke jakarta naik kereta ini mungkin sekitar 7-8 jam, cukup lama ya pak?

Pembeli: iya

Penjual : agar bapak tidak merasa bosan diperjalanan, ini saya ada majalah yang cocok untuk teman perjalanan, murah hanya Rp. 35.000,-

Pembeli: iya saya ambil yang ini.

28.  Jangan membebani konsumen

Jangan pernah menjual barang dengan membuat penawaran yang justru membebani konsumen. Hindari perkataan atau perbuatan yang membuat dahi mereka berkerut.

29.  Buat konsumen merasa nyaman

Upayakan selalu situasi yang nyaman bagi para calon pembeli. Bila suasana hati senang, calon pembeli tak akan keberatan mendengarkan penjelasan dan presentasi anda. Mereka pun akan dengan mudah mendengarkan masukan-masukan tentang keunggulan produk anda dan manfaatnya bagi kehidupan mereka.

30.  Cari cara paling efektif untuk memperkenalkan diri

Gunakan pertanyaan-pertanyaan yang memancing rasa ingin tahu. Langsung menawarkan manfaat dari produk yang anda miliki. Atau tawarkan sesuatu yang menguntungkan bagi pembeli sekaligus menepis kecurigaan mereka.

31.  Unik menjual

Tampil beda adalah resep paling mudah menarik perhatian. Coba pikirkan lagi: berapa banyak pesaing yang telah menawarkan produk serupa kepada calon pembeli? Apa yang akan ditawarkan pesaing? Bagaimana mereka akan menawarkan produknya ke calon pembeli? Jangan lakukan hal yang serupa, jadilah yang berbeda dengan lebih bergaya …

32.  Gunakan hipnotis

Ada beberapa kata yang mengandung unsur hipnotis. Kata-kata seperti gratis, terbaru, terbukti, dijamin, terbaik, dapat dipercaya, nomor satu, jempolan, dan yang lainnya adalah contoh kata-kata yang mengandung kekuatan untuk menggerakkan hati konsumen.

33.  Cari tahu bagaimana konsumen mengambil keputusan

Setiap orang mungkin menggunakan sistem budgeting dalam setiap pengeluaran keuangannya. Mereka juga terbiasa membandingkan satu penawaran dengan penawaran yang lainnya. Karena itu timing penawaran produk atau manfaat yang ditawarkan penjual haruslah benar-benar sesuai kebutuhan dan keinginan mereka.

34.  Dekati Decision Maker

Jangan buang-buang waktu! Cari tahu siapa decision maker dari calon pembeli kita dan dekati! Gunakan kecerdikan anda untuk menemukan celah. Yakinkan orang-orang disekitar bahwa produk yang anda punya banyak manfaat dan menguntungkan.

35.  Jangan lupakan orang-orang disekitar decision maker

Ada 2 hal yang bisa anda dapatkan dari orang-orang disekitar decision maker. Pertama, bisa jadi mereka merupakan sumber informasi yang berharga. Anda dapat memperoleh informasi yang penting dari mereka seputar sang decision maker. Kedua, mungkin pula mereka memiliki pengaruh terhadap keputusan-keputusan atasannya.

36.  Perkirakan daya beli secara akurat

Meskipun seseorang butuh dan ingin membeli sesuatu, namun tanpa daya beli yang sesuai ia bukanlah target pasar buat anda. Andalah yang harus menebak daya beli calon pelanggan secara akurat.

37.  Harga adalah nilai dari penjual dan pembeli

Yang bisa dilakukan oleh penjual adalah mencari tahu seberapa besar nilai atau manfaat yang akan diterima oleh pembeli dari produk yang kita jual.

38.  Intinya bukan harga tetapi manfaat

Jangan pernah menawarkan produk berdasarkan harganya. Karena konsumen tak akan pernah benar-benar peduli pada harga. Selama manfaat yang dikandung dalam produk anda besar, harga mahal pun tak jadi masalah.

39.  Penjual yang baik tidak hanya menjual, tetapi memberi nilai

Cari tahu nilai darimana asalnya? Dimana pabriknya?Apa saja kandungannya? Kuncinya cobalah menggali informasi yang lebih dalam tentang produk anda. Lihatlah secara detail, nilai apa yang bisa di blow up dari produk anda.

40.  Berikan solusi pembayaran

Pembeli tidak keberatan dengan harga yang ditawarkan. Namun karena sesuatu dan lain hal, mereka tidak dapat melakukan pembayaran secara cash saat itu juga. Tawarkan beberapa alternatif cara pembayaran yang termudah bagi mereka. Untuk mencegah kaburnya mereka ke pesaing.

41.  Gunakan pendekatan personal

Setiap orang selalu memiliki keinginan untuk menjadi yang paling spesial. Berikanlah perhatian pada setiap peristiwa kelahiran anak di keluarga pelanggan dan turutlah mengambil bagian dalam perayaannya. Penyebutan nama dalam setiap komunikasi, pengiriman kartu ucapan selamat hari ulang tahun, pernikahan, atau kelahiran anak pelanggan merupakan cara-cara sederhana yang dapat mendatangkan penjualan yang berulang.

42.  Beri nilai plus

Tidak bisa tidak, anda harus memberikan nilai plus bagi setiap transaksi yang terjadi. Beberapa penjual memilih untuk memberikan hadiah bagi konsumennya, memberikan pelayanan konsultasi atau jasa pengantaran barang kerumah adalah contoh nilai plus yang menarik minat pelanggan.

43.  Penawaran sekali seumur hidup

Salah satu cara mendongkrak penjualan adalah dengan memberikan kesan kepada semua calon pembeli anda, bahwa penawaran yang anda berikan bisa jadi merupakan penawaran sekali seumur hidup. Hal ini akan menjadi lebih menguntungkan bila anda  mengkombinasikannya dengan program promo memberikan potongan harga. Siapa yang tidak tertarik dengan penawaran : dapatkan barang terbaik dengan potongan, hanya HARI INI! Ini akan memaksa pembeli untuk secepatnya membeli.

44.  Buat mereka merasa beruntung

Penjual yang sukses adalah mereka yang berhasil menumbuhkan perasaan beruntung pada diri pelanggannya. Kita hanya perlu meyakinkan pelanggan bahwa manfaat barang/produk yang kita jual jauh melebihi dari harga yang harus mereka bayarkan.

45.  Membeli karena untuk menyelesaikan masalah

Setiap orang punya masalah, untuk memecahkan masalahnya mereka lalu mencari seseorang yang menjual jalan keluar bagi masalahnya itu. Setiap penjual harus mampu mengenali masalah dari calon konsumennya. Dengan begitu penjual juga dapat menawarkan solusi yang paling tepat untuk mengatasi masalahnya.

46.  Membeli karena mendatangkan perasaan senang

Selain memecahkan masalah, orang juga membeli untuk memperoleh kenyamanan atau perasaan senang. Misal : anda berjalan dipertokoan, tiba-tiba melihat mainan bagus. Anda teringat anak anda dirumah. Alangkah bahagianya anak anda bila anda membawakan mainan itu.

47.  Jangan berlebihan, jadilah yang terpercaya

Hindari bersikap berlebihan, jangan menganggap konsumen itu bodoh. Sebaliknya jadilah yang terpercaya.

48.  Tawarkan secara spesifik

Salah satu masalah yang sering dihadapi penjual yang gagal adalah mereka kurang berhasil dalam menggambarkan manfaat produk mereka secara spesifik kepada calon konsumen. Menemukan dan menggambarkan dengan spesifik manfaat dari produk akan membuat anda menjual lebih banyak. Misal: AC ini dilengkapi dengan teknologi yang canggih, lebih baik anda mengatakan AC ini akan membuat tidur anda lebih pulas di malam yang panas.

49.  Jual benefit bukan produk

Benefit adalah manfaat dari produk yang akan dibeli oleh calon konsumen. Setiap kali mengambil keputusan untuk membeli sesuatu orang tidak akan berpikir pada produknya namun pada manfaatnya.

50.  Ubah manfaat menjadi perasaan

Jangan menawarkan hal-hal yang sifatnya impian atau angan-angan. Buatlah benefit menjadi sesuatu yang nyata.

51.  Pelanggan tak suka resiko

Pelanggan membutuhkan jaminan kepuasan, itulah sebabnya jaminan uang kembali selalu menjadi daya tarik yang kuat bagi pelanggan. Begitu pula dengan garansi penggantian setiap kerusakan, juga dapat menjadi alternatif yang menyenangkan bagi konsumen. Bantulah pelanggan anda menghilangkan rasa takut terhadap resiko.

52.  Dramatisir rasa kehilangan

Penjual produk kesehatan yang cerdik tahu bahwa dimusim hujan berbagai penyakit mengancam manusia. Lalu ini adalah peluang. Lalu menawarkan kepada calon pembeli potensial. Jangan biarkan penyakit menghalangi anda bekerja, resiko kehilangan rejeki, ditambah lagi biaya dokter dan obat-obatan yang mahal akan dialami bila daya tahan tubuh dibiarkan menurun. Kesehatan mahal harganya karena itu jaga kesehatan dengan mengkonsumsi K-Liquid Chlorophyll.

53.  Mereka membeli secara impulsif bukan logika

Kebanyakan orang membeli sesuatu bukan berdasarkan logika melainkan berdasarkan keinginan yang muncul tiba-tiba. Orang yang tadinya tidak berencana membeli akan berubah minat jika ternyata sang penjual berhasil menawarkan produk yang mereka anggap cukup berharga untuk dimiliki. Jadi jangan cepat menyerah. Asal tepat penawarannya, produk apapun itu akan terlihat menarik untuk dimiliki.

54.  Makan dulu, bisnis kemudian

Cara termudah yang biasa dilakukan penjual adalah membuat janji makan siang, sembari mengobrol bisnis.

55.  Silakan obral janji

Janji adalah senjata yang ampuh yang dapat menaklukkan kekerasan hati calon pembeli. Janji pulalah yang akan menggerakkan mereka membeli produk yang kita jual. Penjual yang cerdas mengetahui bahwa setiap janji yang diucapkan kepada konsumen adalah hutang yang harus dituntaskan. Menciderai janji berarti bunuh diri.

56.  Hasil yang diperhitungkan, bukan janji

Penjual boleh saja menjanjikan banyak hal, tetapi bila ingin para pembeli terus membeli darinya, lebih baik bila ia bersiap untuk memberikan lebih banyak hasil daripada yang di janjikannya.

57.  Pertama ratunya lalu lebahnya

Dimanapun tempat terdapat orag-orang yang menjadi pemimpin, merekalah sang ratu lebah yang selalu menjadi panutan, jika sang ratu lebah suka dengan anda dan membeli produk anda, maka anda tak perlu repot-repot meyakinkan lebahnya.

58.  Jual disetiap kesempatan

Untuk menjual, mereka tidak membutuhkan batasan waktu jam kerja. Mereka tahu bahwa peluang bisa datang kapan saja dan dimana saja. Pada kenyataannya kesempatan memang kerap kali muncul justru saat kita sedang menunggu anak di sekolah, menghadiri arisan, sedang bepergian menggunakan bus, pesawat, atau kereta api. Bertemu dengan orang baru sama artinya dengan bertemu calon pelanggan baru. Kartu nama, brosur, atau katalog produk menjadi andalan dan selalu siap menjaring setiap peluang yang ada.

59.  Sertakan testimonial

Ini adalah tips yang paling mujarab menghadapi pelanggan yang susah percaya pada mulut penjual. Situasi seperti ini kerap ditemui dan tak jarang membuat frustasi sang penjual. Testimonial ini akan memudahkan penjual meyakinkan calon pelanggan baru bahwa produk yang akan mereka beli benar-benar bagus.

60.  Mintalah rekomendasi dari pelanggan yang puas

Kesalahan penjual pemula setelah menggolkan satu penjualan adalah mereka terlalu cepat merasa puas dan pergi meninggalkan si pelanggan tadi dengan tujuan mencari pelanggan baru. Sebaiknya sebelum benar-benar berpamitan, tanyakanlah pada pelanggan apakah mereka bisa merekomendasikan nama dan nomor telepon dari teman atau kerabat mereka yang mungkin saja juga sedang membutuhkan produk yang sama.

61.  Cari pelanggan yang kecewa dengan produk pesaing

Kekecewaan seorang pembeli dapat berarti 2 hal : menurunnya omset penjualan dari si penjual bodoh dan pembeli berhenti membeli dari si penjual bodoh. Tak ada yang lebih menggiurkan selain pelanggan yang kecewa dengan produk pesaing. Kekecewaan telah mendorong mereka untuk menemukan produk yang lebih baik. Tawarkan produk anda sebagai penawar rasa kecewa yang telah mereka dapat dari produk pesaing. Janjikan bahwa produk anda tidak akan mengecewakan. Jika mereka benar-benar membeli dan puas, maka ada 2 keuntungan yang akan anda peroleh : mereka akan terus membeli dari anda dan si pelanggan yang puas akan mempromosikan produk anda pada rekan-rekan mereka.

62.  Biarkan pelanggan lebih banyak bicara!

Para penjual yang sukses justru meraih banyak keuntungan dengan menjadi pendengar yang baik. Mereka membiarkan calon pembeli berbicara paling tidak sebanyak 80% dari total keseluruhan waktu. Mereka tahu calon pembeli mengambil keputusan bukan berdasarkan apa yang disampaikan penjual melainkan berdasarkan apa yang mereka rasakan terhadap produk.

63.  Hindari 10 kesalahan penjual!

Jangan lakukan 10 kesalahan yang sering dilakukan oleh para penjual berikut ini.

  1. Gagal untuk membangun hubungan dengan pelanggan.
  2. Gagal untuk mengetahui kebutuhan pelanggan.
  3. Berfokus pada diri mereka sendiri bukan pelanggan.
  4. Terlalu banyak bicara.
  5. Tidak mendengarkan apa yang dikatakan pelanggan.
  6. Tidak mengetahui promosi yang berlaku, tawaran khusus dan harga reguler.
  7. Tidak mampu membangun pembeda produk perusahaannya untuk menciptakan nilai tambah dalam pikiran pelanggan.
  8. Menjual terlalu cepat, berusaha menutup sebelum konsumen siap untuk membeli.
  9. Gagal untuk menyakinkan konsumen bahwa produk merekalah solusi terbaik bagi masalah si konsumen.
  10. Terburu-buru meninggalkan pembeli setelah transaksi sehingga tidak mendapatkan penjualan tambahan.

64.  Sederhanakan prosedur

Kenyamanan dan kemudahan dalam membeli terkadang lebih penting dari harga. Karena itu, jangan menganggap remeh masalah prosedur pembelian. Prosedur yang terlalu berbelit-belit akan membuat calon pembeli potensial batal membeli.

65.  Berikan hasil instan

Untuk menyenangkan pembeli, carilah cara-cara kreatif untuk memberikan manfaat agar mereka dapat menikmati langsung produk yang dibelinya. Berikan diskon untuk pembelian yang lebih banyak, sudah kebiasaan pembeli untuk memperoleh harga yang serendah-rendahnya. Apabila calon pembeli mulai menawar harga, maka itu merupakan tanda ketertarikan pada produk yang anda jual.

66.  Berikan diskon untuk pembalian yang lebih banyak

Jangan terburu-buru menurunkan harga karena takut si pembeli kabur. Gunakan kesempatan ini untuk meningkatkan angka penjualan. Caranya dengan memberikan diskon hanya pada pembelian yang lebih banyak. Karena pemotongan harga adalah hal yang sulit untuk ditolak oleh pembeli.

67.   Empat lebih baik dari tiga

Sewaktu ada calon pembeli yang membeli ke anda, tawarkan: anda bisa membayar 3 produk seharga 3 produk atau anda ingin menambah 1 produk lagi anda mendapat tambahan produk gratis.

68.  Pilih waktu yang tepat untuk closing

Perhatikan tanda-tanda seorang calon konsumen yang sudah siap membeli :

  1. Menawar harga
  2. Menanyakan warna lain
  3. Terlihat seperti berpikir keras
  4. Datang mengunjungi anda lebih dari 1 kali
  5. Bertanya secara detail tentang pelayanan purna jual dan garansi
  6. Bertanya tentang cara pembayaran

69.  Tehnik closing 1-2-3

Tehnik ini menunjukkan 3 keuntungan secara ringkas dari produk yang kita jual. Kebanyakan pelanggan mengiginkan produk gratis, sempurna, dan tersedia sekarang juga. Contoh: produk ini lebih murah, lebih cepat terasa khasiatnya dan tanpa efek samping.

70.  Tehnik closing beli sekarang

Tehnik ini menekankan calon pembeli betapa sekarang adalah waktu terbaik untuk membeli dan menunda bukanlah keputusan yang terbaik untuk dilakukan. Karena para penjual yang berpengalaman tahu bahwa penundaan keputusan dapat berarti hilangnya penjualan. Tunjukkan kerugian bila melakukan penundaan keputusan. Misalnya: diskon ini hanya berlaku untuk hari ini, stok kami sangat terbatas jika tidak diambil sekarang anda akan kehabisan.

71.  Tehnik closing kejutan

Ketika pembeli telah dekat dengan keputusan, beri mereka sesuatu yang tidak terduga. Sebuah kejutan yang menyenangkan!

Rumusnya : kebahagiaan = harapan +  1

Misalnya : Khusus untuk anda saya akan memberikan … secara gratis. Tolong jangan cerita kepada pelanggan yang lain.

72.  Tehnik closing mengarahkan pikiran

Berikan 3 penawaran kepada pembeli dengan meletakkan tawaran terbaik pada posisi tengah.

Pertama, tawarkan produk yang mewah dan mahal yang berada diluar jangkauan mereka.

Kedua, tawarkan produk yang bagus dalam ukuran harga yang pas untuk mereka.

Ketiga, tawarkan produk yang jauh dari keinginan mereka yang harganya lebih rendah.

73.  Tehnik closing menggunakan kalkulator untuk memberikan diskon

Upaya ini akan menghadirkan perasaan wajib membeli dalam diri pembeli. Misalnya: benar harga ponsel ini 1 juta, tunggu sebentar … dengan ekstra diskon untuk hari ini 15% … harganya menjadi 850 ribu. Murah, kan?

74.  Tehnik closing menjual pada teman pembeli

Alih-alih menjual langsung kepada orang yang anda targetkan, anda dapat menjual kepada seseorang yang datang bersama mereka baik itu suami, istri, anak, teman dan rekan yang lainnya. Mulailah dengan bersikap ramah dengan mereka.

75.  Tehnik closing dengan memuji

Tehnik ini bekerja dengan menyanjung orang lain, merangsang ego mereka sehingga mereka lebih peduli dengan perasaan nikmat yang mereka rasakan daripada berpisah dengan uang mereka. Misalnya produk gamat ini sangat cocok untuk kehalusan kulit anda, teman-teman anda pasti juga akan terkesan bila anda memakai produk gamat ini.

76.  Tehnik closing membandingkan dengan pesaing

Pembeli bisa saja ragu antara memilih produk yang kita tawarkan atau membeli produk pesaing yang harganya lebih murah. Cara mengatasinya : jika anda membeli k-liquid chlorophyll tubuh anda akan sehat dan terhindar dari bahaya penyakit. Dengan harga yang terjangkau dan banyak manfaatnya anda akan menghemat 3-4 kali dari biaya membeli produk yang lain.

77.  Tehnik closing dengan membuat harga terlihat lebih murah

Misalnya : jika anda membeli 1 botol k-liquid chlorophyll itu isinya 80 sloki dan harganya 140 ribu, jika anda membeli 1 sloki dengan harga 3 ribu rupiah, dikalikan 80 sloki = 240 ribu, maka anda akan mengeluarkan uang yang lebih banyak.

78.  Tehnik closing dengan menunjukkan keunggulan produk

Tehnik closing dengan menunjukkan keunggulan dan demonstrasi produk jauh lebih kuat dari pada kata-kata. Misalnya saya sedang menjual k-liquid chlorophyll pada anda. Mari saya akan menunjukkan bagaimana produk ini bekerja.

79.  Tehnik closing saat melihat celah kelemahan

Untuk memperoleh keputusan sesegera mungkin penjual dapat memanfaatkan kondisi yang tiba-tiba datang mengganggu pikiran pelanggan. Misalnya : sewaktu pelanggan ditelepon oleh seseorang langsung saja ajukan pertanyaan jadi produk apa yang anda butuhkan?

Mereka akan cenderung menyetujui pembelian karena pikiran mereka sedang berada ditempat lain.

80.  Tehnik closing menghadirkan rasa malu jika tak membeli

Tehnik ini berguna bila calon pembeli datang bersama orang lain yang biasanya ingin dibuat kagum oleh si calon pembeli. Misalnya pembeli laki-laki yang datang bersama pacarnya, calon mertua, atau temannya. Dengan menceritakan pada pacar atau calon mertua betapa murahnya sebuah produk dan betapa rendah kualitasnya akan memaksa si pembeli laki-laki untuk membeli produk yang lebih mahal.

81.  Tehnik closing dengan empati

Penjual yang hebat adalah penjual yang mencintai produk yang dijualnya dan mencintai pelanggannya. Selaraskan diri anda dengan pelanggan. Rasakan apa yang mereka rasakan. Pahami situasi mereka. Tunjukkan rasa empati itu dengan rasa simpati. Biarkan mereka menemukan kepedulian yang tulus dari anda. Ketika anda merasa bagaimana rasanya menjadi mereka, penjualan akan datang dengan sendirinya.

Misalnya sebelumnya saya juga memiliki masalah yang sama, tetapi setelah saya menggunakan produk ini semua masalah yang mengganggu hilang dalam sekejap!, produk ini cocok untuk saya. Mungkin anda bisa mencobanya.

82.  Tehnik closing eksklusif

Perhatikan contoh berikut ini : maaf diskon ini khusus bagi anggota. Anda akan mendapatkan potongan 20% jika mendaftar sebagai anggota-itu sangat murah. Saya akan membantu anda jika memang anda berminat, khusus barang itu biasanya ada bonus untuk pelanggan. Jangan bilang bos tapi saya akan memberikannya kepada anda jika anda membelinya sekarang.

Ketika seseorang mengatakan pada kita, kita tidak bisa memiliki sesuatu, kita cenderung merasa tersinggung dan termotivasi untuk memperoleh apa  yang kita inginkan.

83.  Tehnik closing dengan memberikan ekstra informasi

Memberi calon pembeli beberapa informasi tambahan terkadang menjadi cara closing yang sangat ampuh. Jika pembeli tampak tidak pasti, jangan ragu untuk menanyakan apakah mereka memerlukan informasi lebih lanjut. Tanyakan anda terlihat memerlukan informasi lebih lanjut? Apa lagi yang perlu anda ketahui sebelum anda memutuskan?

84.  Tehnik closing jembatan emas

Caranya dengan tidak menyebutkan secara langsung pilihannya namun menunjukkan bahwa pilihan-pilihan lainnya adalah pilihan yang buruk. Secara otomatis konsumen akan berjalan pada pilihan yang kita arahkan. Misalnya : oh produk itu terkenal sangat mahal … sedang yang ini pernah digunakan saudara saya dan kualitasnya sangat buruk.

85.  Tehnik closing dengan humor

Ketika anda membuat orang tertawa, mereka akan menyukai anda. Misalnya : jika ibu membeli k-puyikang takara, itu akan membuat bapak-bapak makin betah dirumah.

86.  Tehnik closing dengan membuat pembeli merasa pintar

Pembeli selalu ingin dianggap cerdas karena itu berarti mereka telah melakukan pembelian yang menguntungkan. Selain itu mereka juga akan membeli karena takut dianggap bodoh.

Misalnya : saya menjual salah satu produk ini pada seorang dokter kemarin.

87.  Tehnik closing sekarang atau tidak sama sekali

Buatlah tawaran bagus sekaligus tekanan bahwa tawaran itu hanya berlaku dalam jangka waktu tertentu. Misalnya :

-         Ini adalah hari terakhir penjualan

-         Jika anda mendaftar hari ini, saya akan memberikan tambahan bonus. Tetapi khusus hari ini saja.

88.  Tehnik closing dengan menunjukkan kerugian bila tidak membeli

Misalnya jika anda tidak membelinya sekarang, maka besok anda harus mengeluarkan biaya yang lebih tinggi untuk membelinya

89.  Tehnik closing mengarahkan pada jawaban ya

Perhatikan urutan pertanyaan berikut

Apakah anda suka berbelanja disini?

Ya

Mudahkan menemukan alamat kami?

Ya

Produk ini cantik sekali ya?

Ya

Apakah anda ingin membelinya? Ini produk terbaik kami.

Ya

90.  Tehnik closing mengubah pembatalan menjadi penundaan

Jika pembeli mengatakan ingin memikirkannya terlebih dulu, jangan sampai prospek penjualan hilang begitu saja. Usahakan untuk memperoleh kepastian beli saat itu juga. Tanyakan berapa banyak waktu yang mereka butuhkan. Lalu buatlah janji untuk bertemu untuk memastikan penjualan dimasa mendatang. Dengan cara seperti ini pembeli akan merasa telah memiliki ikatan untuk membeli dari kita.

91.  Tehnik closing dengan menceritakan pengalaman orang lain

Pembeli akan bertambah yakin untuk melakukan pembelian jika anda menceritakan sebuah contoh dari orang lain yang memiliki kesamaan dengannya.

92.   Atasi komplain dengan segera

Konsumen yang mengajukan komplain asalkan diperlakukan dengan benar menyimpan potensi untuk melukukan pembelian ulang. Paling tidak kita akan menjadi tahu apa penyebab kekecewaan mereka dan memperbaikinya sehingga tidak terulang dimasa yang akan datang. Berikan penghargaan kepada konsumen yang mau mengajukan komplain. Atasi komplain mereka dengan segera. Jangan membiarkan mereka menunggu karena akan menyebabkan kekecewaan. Sampaikan minta maaf lalu perbaiki apapun yang menjadi komplain mereka. Tambahkan produk lain sebagai bentuk penghargaan karena telah bersedia menyampaikan komplain.

93.  Jangan defensif

Konsumen adalah raja, bahkan kalaupun mereka salah jangan mempermalukan mereka dengan kesalahannya. Sampaikan maaf atas ketidaknyamanan. Dengar keluhan mereka lalu beri solusinya.

94.  Lebih mudah mempertahankan konsumen lama daripada memperoleh konsumen baru

Pelanggan lama lebih mudah untuk diyakinkan melakukan pembelian ulang selama kekecewaannya diatasi dengan baik. Pelanggan akan kembali untuk membeli dari kita. Karena itu bersiaplah melakukan apapun untuk mempertahankan pelanggan lama.

95.  Mengubah komplain menjadi penjualan

Berikut adalah 7 aksi sederhana yang dapat mengubah keluhan pelanggan menjadi penjualan.

  1. Persiapkan tanggapan untuk berbagai keluhan
  2. Menanggapi komplain sebagai prioritas utama
  3. Bersikap ingin membantu dan lakukan segala hal untuk mencarikan solusi dari masalah pelanggan
  4. Bertanggungjawab untuk menyelesaikan masalah pelanggan
  5. Berikan kompensasi atas ketidaknyamanan
  6. Cari tahu seberapa puas mereka terhadap tanggapan kita
  7. Ambil tindakan untuk mencegah keluhan serupa

96.  Buatlah anda mudah dihubungi

Orang yang telah membeli dari kita kemungkinan besar akan melakukan pembelian ulang. Pastikan kita memberikan nomor ponsel, nomor telepon kantor atau cara yang mudah lainnya bagi pelanggan untuk menghubungi kita. Jika kita berganti nomor ponsel pastikan pelanggan lama mengetahuinya.

97.  Buat database konsumen

Ini adalah rahasia setiap penjual yang sukses, mereka menyimpan daftar nama dan nomor telepon konsumen yang pernah membeli kepada kita. Catatlah hal-hal yang berkaitan dengan pelanggan kita.

98.  Hubungi pelanggan lama secara periodik

Coba buka data base konsumen anda, lihat lagi kira-kira produk apa yang cocok untuk ditawarkan kembali kepada mereka. Jangan lupa tanyakan kalau ada rekan atau keluarga mereka yang juga membutuhkan.

99.  Cari tahu dari konsumen lama mengapa merek mau membeli produk kita

Jalin hubungan erat dengan pelanggan. Agar kita lebih leluasa bertanya tentang segala hal termasuk alasan mereka memilih membeli produk kita dan bukan produk dari pesaing.

100.   Apa yang harus dilakukan bila calon pembeli berkata TIDAK

Sadarilah bahwa jawaban tidak dari konsumen berarti mereka benar-benar tidak menginginkan produk kita. Caritahu apa yang membuat mereka ragu dan atasi dengan segera. Biasanya keraguan konsumen disebabkan oleh 3 hal: harga, bukan prioritas, ragu terhadap produk.

101.   Membantu konsumen adalah prioritas utama!

Penjual yang sukses bukan seorang pengejar target penjualan. Tingkat kekayaan dan kesuksesan seseorang sangat bergantung pada seberapa besar manfaat yang diberikannya kepada orang lain.

Jika ingin menjadi penjual yang sukses … mulailah dengan memberikan banyak manfaat kepada banyak orang. Karena menjual adalah kegiatan untuk membantu konsumen menemukan produk yang dapat menjadi solusi bagi permasalahannya …. jadilah penjual yang membantu banyak konsumen.

Cara Agar Presentasi kita 100% Closing

Posted: 8 September 2011 in Belajar

Saat Anda baru bergabung dengan sebuah perusahaan MLM, apa yang paling sering Anda tanyakan? Ya, sama dengan saya. Bagaimana sih presentasi yang baik supaya orang mau join? Anda pasti paling sering mendengar pertanyaan ini dari jaringan Anda.
Di awal menjalankan bisnis ini, presentasi memang pekerjaan paling ’ditakuti’. Apalagi ditambah pengalaman beberapa kali ditolak. Wah, inilah titik kritis pertama apakah seseorang mau bertahan untuk sukses di bisnis ini.

Secara umum di buku/kaset panduan memulai bisnis ini sudah dijelaskan bagaimana melakukan persiapan yang baik, mengundang, presentasi dan juga follow up. Kalau diikuti semua petunjuknya, presentasi pasti mudah. Sebetulnya presentasi itu memang sangat mudah, yang tidak mudah itu khan menjawab pertanyaan prospek yang kritis. Betul kan?

Ilmu presentasi memang tidak cukup diringkas dalam 1-2 kaset saja. Fakta di lapangan terlalu kaya dengan ribuan kemungkinan yang perlu kreativitas untuk menyikapinya. Bahkan para top leader dunia pun hingga kini tidak pernah berhenti mengembangkan metode-metode yang lebih efektif untuk meyakinkan orang lebih baik.

Ok, hari ini saya akan sharing beberapa tips untuk melengkapi penjelasan di buku/kaset yang sudah disediakan suport system.

Ada 3 bagian yang perlu dipelajari untuk kesuksesan presentasi :

Pertama, what to offer. Apa yang kita tawarkan? Aspek pertama ini tidak menjadi masalah bagi kita. Kita memutuskan bergabung dengan sebuah perusahaan network marketing, tentu kita sudah memilih yang terbaik dan memiliki produk terbaik. Anda tinggal pelajari stater kit, buku fakta dan data, baca informasi-informasi yang relevan di website, semua sudah sangat lengkap bahan-bahannya.

Kedua, how to offer. Bagaimana cara Anda menawarkan? Bagaimana tutur kata Anda, pakaian Anda, bahasa tubuh Anda, antusiasme Anda dsb. Semua berpengaruh untuk meyakinkan seseorang kepada tawaran Anda. Ini membutuhkan kemauan Anda untuk lebih sungguh-sungguh belajar presentasi yang baik dengan cara melakukannya. Ya, tidak ada jalan lain, harus melakukannya langsung. Cara Anda menawarkan berhubungan dengan sikap. Bicara sikap, itu adalah hasil dari kebiasaan. Kalau Anda membiasakan, semakin sering Anda presentasi pasti semakin baik.
Kalau ingin bagus di bagian ini, Anda harus sudah tuntas untuk mempelajari buku wajib : Mencari Kawan dan Mempengaruhi Orang Lain, karangan Dale Carnegie. Buku-buku lain untuk melengkapi juga banyak, diantaranya John C Maxwell dan Less Parrot berjudul : Buatlah Orang Lain Merasa Sangat Berharga

Ketiga, who to offer. Siapa yang menawarkan? Inilah kunci terpenting menjalankan bisnis ini. Setinggi apa integritas Anda di mata prospek?. Apakah anda punya track record bagus dimata prospek? Apakah Anda dikenal orang yang jujur atau sering main-main atau bahkan bohong? Kalau Anda punya track record bagus, Anda lebih mudah untuk dipercaya.

Di ilmu pemasaran ada ungkapan “Orang tidak membeli apa yang anda tawarkan. Orang tertarik dan membeli Anda” Tidak peduli betapa hebat produk Anda, prospek tidak akan membeli jika Anda tidak menarik. Orang join kepada Anda bukan kepada perusahaan Anda Memang tidak semua orang mau bergabung di bisnis ini meskipun percaya kepada orang yang menawarkan. Tapi dapat dipastikan tidak ada orang yang bergabung dengan bisnis ini tetapi tidak percaya terhadap orang yang menawarkan. Karena itu, selama menjalankan bisnis, kita juga harus terus menerus membangun karakter kita lebih baik dengan membaca buku-buku pengembangan diri dan mempraktekkannya.

Baik, sekarang kita sharing tambahan tentang tahapan-tahapan presentasi.

Persiapan

Semua orang tahu persiapan itu penting, tetapi juga sangat banyak orang yang kurang tepat memilih fokus persiapan. Kebanyakan orang fokus pada persiapan ’penampilan’ diri sendiri. Hal-hal yang diperhatikan biasanya menyangkut hal berikut:
• Apakah pakaian saya sudah serasi dan kelihatan profesional?
• Bagaimana gaya presentasi besok agar meyakinkan?
• Apakah saya sudah menguasai materi produk dan marketing plan?
• Kalimat-kalimat pembuka dan penutup seperti apa yang akan membuat orang mau tertarik kepada saya dan yang saya tawarkan?

Persiapan hal-hal seperti seperti itu sangat bagus dan penting. Tetapi hanya fokus pada diri sendiri saja belumlah cukup. Ada pertanyaan yang penting untuk Anda. Mana yang lebih penting : Memastikan Anda begitu berharga atau Membuat orang lain merasa sangat berharga?

Jika Anda mau mencoba mempersiapkan hal berikut, Anda akan tahu dimana bedanya.

Ajukan pertanyaan-pertanyaa yang berfokus kepada prospek seperti :
• Hal-hal apa saja yang membuat prospek merasa senang?
• Suasana seperti apa yang paling nyaman?
• Hal-hal apa yang paling dibanggakannya?
• Apa yang akan membuat prospek merasa begitu berharga?
• Kabar gembira apa yang bisa saya bawakan untuk dia?
• Apa yang bisa diberikan bisnis ini untuk memberikan solusi kehidupannya atau mewujudkan impiannya?
• Potensi apa saja yang dimiliki prospek untuk meraih sukses?

Fokus kepada prospek akan terasa lebih penting jika Anda melakukan presentasi one on one. Presentasi kepada satu orang membutuhkan ketrampilan yang lebih tinggi untuk menyelami kepribadian seseorang dan memilih pola komunikasi yang lebih tepat. Untuk membantu ketrampilan Anda memahami prospek, sangat bagus kalau Anda mempelajari buku Personality Plus karya Florence Littaeur. Disana Anda akan mengenal 4 kepribadian utama dan bagaimana bersikap kepada mereka.

Selanjutnya, bagaimana mempersiapkan dan melakukan presentasi, kali ini saya ingin tambahkan sharing prinsip-prinsip dasar untuk presentasi one on one.

Pra presentasi : ciptakan suasana feel good untuk prospek

Untuk sebagian prospek yang Anda kenal sangat dekat dan sering bergaul, sebaiknya Anda tidak perlu basa-basi. Anda bisa langsung tunjukkan antusiasme yang menggebu-gebu terhadap bisnis ini dan langsung presentasi. Sikap Anda to the point akan lebih dihargai daripada jika Anda berbasa basi. Dengan to the point, prospek akan menangkap pesan informasi Anda sangat luar biasa sehingga Anda tidak ingin menunda menyampaikannya. Sebaliknya jika Anda basa-basi apalagi terlalu panjang, sahabat Anda akan menangkap kesan, Anda menyembunyikan sesuatu atau Anda akan menyampaikan sesuatu yang Anda sendiri tidak yakini.

Nah untuk prospek yang intensitas hubungan Anda tidak terlalu sering, Anda memang harus basa-basi supaya prospek tidak ’kaget’. Apalagi seringkali presentasi one on one tidak direncanakan. Tiba-tiba ketemu teman di bus, di pesawat dsb. Kita harus ’menggiring’ pembicaraan ke tema yang bisa nyambung dengan presentasi bisnis ini. Anda bisa ngobrol lepas apa saja tetapi jangan sampai kita yang lebih banyak bicara. Pandailah bertanya tema-tema yang disenangi atau sesuatu yang dibanggakan prospek. Ini untuk menciptakan suasana feel good . Kalau suasana sudah terasa menyenangkan untuk prospek, Anda lebih mudah untuk menyampaikan informasi.

Bagaimana kalau tidak terbangun suasana yang nyaman dan menyenangkan?

Sebaiknya Anda cukup menyampaikan, ada hal yang sangat penting yang Anda ingin bicarakan dengannya. Selanjutnya membuat janji temu di lain waktu.

Kadang-kadang ada orang join sebelum dipresentasi hanya karena senang ngobrol dengan Anda. Saya punya cerita, suatu kali membantu jaringan presentasi ke seorang tokoh yang berasal dari Madura. Katanya sudah beberapa distributor lain presentasi dan follow up tapi tidak pernah tergerak hatinya meskipun beliau dan istri punya keluhan kesehatan. Setelah sampai dirumahnya, ternyata banyak sekali atribut-atribut NU di ruang tamu. Ada di kalender, jam dinding, foto yang dipajang dsb. Langsung aja saya ngobrol tentang NU dan menceritakan keluarga-keluarga saya yang juga NU. Wah, beliau sangat antusias tak terasa sudah lebih 30 menit. Akhirnya beliau sendiri yang tanya,”Ngomong-ngomong soal bisnis ini, menurut adik gimana?” Saya cuman bilang ”Sebaiknya segera bergabung Pak, biar bapak dan ibu sehat”. Tanpa ba bi bu, langsung closing. Luar biasa..!!

Bagaimana menciptakan feel good dan pendekatan lain ke prospek, sangat bagus jika Anda mendengarkan Audio CD Tung Desem Waringin yang berjudul Sales Magic. Anda bisa mendapatkannya secara gratis jika membeli buku Financial Revolution. Ibarat siaran televisi, stasiun tv dan tv anda haruslah pada frekwensi yang sama. Jika beda frekwensi, sehebat apapun kualitas pemancar siaran, tidak akan bisa muncul di layar tv Anda. Audio CD ini akan mengajarkan bagaimana caranya frekwensi kita sama dengan frekwensi prospek.

Lebih Pandai Mendengarkan Daripada Bicara

Saat one on one orang membutuhkan perhatian lebih dibandingkan jika bersama banyak orang. Karena itu dibutuhkan ketrampilan yang lebih tinggi untuk memahami karakter prospek. Kalau kita terlalu banyak bicara, apa yang bisa kita pahami dari seorang prospek? Kepandaian bertanya dan mendengarkan akan membuat kita memahami banyak hal tentang prospek dan menemukan pendekatan yang tepat untuk presentasi. Kita harus menggali masalah-masalah yang dihadapi oleh prospek khususnya yang berkaitan dengan kesehatan dan pekerjaan.

Banyak distributor yang mempersiapkan terlalu banyak informasi. Begitu ketemu kuping nganggur, langsung diberondong. Bahkan saya pernah menemukan distributor yang memberikan informasi sampai 3 jam lebih tanpa memberi kesempatan orang bicara.. Dalam beberapa kasus, distributor menemukan kenalan baru dan langsung membanjirinya dengan materi presentasi. Sebagian besar prospek akan jenuh. Kalau sudah bad mood begini, tipis sekali peluang untuk membuat mereka tertarik dan bergabung.

Sehebat apapun materi presentasi Anda, selama Anda yang menguasai tema pembicaraan, prospek akan cenderung bersiaga untuk menolak Anda. Karena tema-tema itu menarik untuk Anda tapi tidak untuk Dia. Dia juga butuh penghargaan untuk ’menguasai’ tema pembicaraan dan mengharapkan Anda untuk menjadi pendengar. Karena itu tugas Anda adalah menciptakan tema pembicaraan yang disenanginya. Dengan keahlian bertanya Anda tinggal mengarahkan pembicaraan agar bisa ditumpangi oleh tawaran bisnis dan kesehatan yang ingin Anda sampaikan.

Tetapi awas, jangan bertanya kaku seperti seorang jaksa. Umumnya orang menyembunyikan masalah-masalah privacy. Seringkali, kita bisa menemukan masalah mereka justeru dengan memuji hal-hal yang terjadi pada mereka. Secara psikhologis, orang yang terus dipuji justeru akan mengimbangi kita dengan menunjukkan kelemahan-kelemahan mereka.

Misalnya Anda menemui kawan yang sebetulnya anda tahu penghasilannya pas-pasan. Anda bisa katakan,” Wah saya lihat sibuk sekali bekerja, perusahaannya saya dengar juga bagus sekali. Enak ya kerja disana”.
Secara naluriah, umumnya mereka akan menjawab sebaliknya. “Yang enak khan boss. Kalau kita sich kerja dari dulu hasilnya begini-begini saja”. Nah, anda sudah menemukan satu kunci penting. Mungkin dia akan melanjutkan,” Mana bos saya orangnya suka marah lagi. Kurang target sedikit saja sudah marah-marah”. Dsb. Sepanjang dia masih mengeluh, dengarkan dengarkan dan dengarkan.

Selanjutnya anda mulai bisa menanyakan apakah dia ingin berubah dari kondisinya yang sekarang. Apakah dia tertarik jika ada sebuah bisnis yang bisa dijalankan tanpa meninggalkan pekerjaan lama. Dst. Anda kini punya kesempatan untuk menjelaskan paradigma umum dan paradigma sukses dengan membangun asset. (Miliki dan baca buku The Cashflow Quadrant, karya Robert Kiyosaki). Jika ia mulai tertarik, Anda bisa mulai menjelaskan profile company Anda yang luar biasa. Kembangkan pembicaraan sesuai dinamika.

Ini contoh jika Anda menggunakan masalah kesejahteraan sebagai pintu masuk. Anda bisa mengembangkannya untuk kunci kesehatan jika prospek lebih tertarik membicarakan masalah kesehatan. Suatu kali saya mendatangi prospek yang punya penyakit asma. Begitu bertemu langsung saya bilang,”Bapak kelihatan segar sekali hari ini”. Langsung dia buka-bukaan,”Dari luar sih memang kelihatannya begitu, tapi saya punya penyakit ini tidak sembuh-sembuh dari dulu”. Nah khan, ternyata beliau mengaku bukan cuma punya satu penyakit. Orang yang seperti bapak ini banyak sekali, senang kalau menceritakan keluhan-keluhannya. Kalau Anda sudah mendengar dan memahaminya dengan baik, Anda bisa masuk untuk menawarkan solusi kepada prospek Anda.

Presentasi Lengkap dan Ringkas

Setelah menemukan pintu masuk, Anda bisa mulai presentasi. Untuk presentasi yang dihadiri banyak orang seperti home meeting, presentasi sebaiknya sesuai standar karena tidak mungkin banyak orang punya keinginan yang sama. Tetapi untuk one on one, atau yang dipresentasi lebih dari 1 orang tetapi semuanya ingin tema yang sama, Anda bisa mulai dari tema yang diinginkan prospek. Jika prospek sedang fokus masalah kesehatan, Anda bisa mulai presentasi dari kesehatan. Demikian juga jika prospek sedang fokus pada bisnis.

Darimanapun Anda mulai, presentasi harus mengenalkan semua bagian presentasi meliputi company profile, produk, marketing plan dan langkah menuju sukses. Jika Anda hanya menjelaskan produk, Anda seperti seorang sales. Jika Anda hanya menjelaskan marketing plan saja, bisa memberi kesan tidak ada bedanya dengan money game. Jadi harus lengkap.

Penjelasan lengkap bukan berarti panjang lebar. Anda jelaskan secukupnya, untuk informasi lebih detail Anda ajak menghadiri pertemuan presentasi yang terbuka untuk umum. Anda boleh selengkap mungkin jika memang di daerah prospek belum diselenggarakan pertemuan resmi.

Ada juga yang bertanya. ”Loh pak, nggak ke pertemuan khan nggak papa. Yang penting prospek mengerti dan join”. Banyak prospek sudah mengerti tetapi tidak yakin kepada diri sendiri. Di pertemuan, mereka akan melihat orang dari berbagai latar belakang ternyata bisa sukses di bisnis ini. Akan lebih mudah join jika mereka melihat kemiripan dengan orang-orang yang telah sukses.

Selain itu yang terpenting adalah membangun antusias dan mengajarkan sistem. Kalau prospek Anda bergabung tapi tidak memanfaatkan pertemuan, orang tersebut akan tergantung kepada Anda setiap kali mau presentasi. Jika terduplikasi, jaringan akan tergantung peran Anda. Tapi jika mereka memanfaatkan pertemuan, tanpa Anda, mereka akan tetap bisa menjalankan bisnis ini.

Memperluas Penawaran

Prospek bergabung tidak selalu karena alasan kesehatan atau bisnis. Banyak motif-motif lain. Bahkan ada yang bergabung karena mimpi. Karena itu kita bisa memperluas sharing manfaat-manfaat yang bisa di dapat dari bisnis ini. Mungkin prospek bisa menemukan sesuatu yang menjadi bagian dari ’impian’nya. (Sebaiknya Anda telah membaca buku Bussines School : For People Who Like Helping The People). Misalnya :

•Bisnis ini bisa menjadi sarana bagi kita untuk menolong banyak orang. Baik pembiayaan kesehatan yang jauh lebih murah daripada medis atau memberikan jalan bagi para pengangguran yang frustasi dengan sempitnya lapangan kerja.

•Di bisnis ini kita akan mendapatkan proses pengembangan diri yang luar biasa dengan biaya sangat murah dan bimbingan upline gratis. Kalau kita mengikuti kursus pengembangan diri, biayanya sangat mahal karena biasanya hanya diikuti oleh kalangan menengah ke atas.

•Bisnis ini akan memberikan kita relasi tak terbatas dengan latar belakang yang sangat beragam. Kita akan menemukan orang-orang yang bisa membantu kita sesuai dengan keahlian mereka, dalam bidang kehidupan lain selain pengembangan bisnis ini.

•Bisnis ini memberikan banyak pelajaran berharga bagi pengembangan kepemimpinan. Diajarkan langsung oleh para pemimpim yang berhasil, dan mengaplikasikannya dalam kehidupan sehari-hari. Suatu karakter diri yang membantu kita sukses dalam bidang hidup lainnya.

Dream Building (Membangun Impian)

Hal sangat penting yang tidak boleh Anda lupakan adalah membangun impian, karena sebagian besar orang tidak memiliki impian masa depannya. Anda bisa lakukan dengan memberikan pertanyaan-pertanyaan yang hanya butuh jawaban “ya”. Mengapa bukan pertanyaan terbuka? Karena pertanyaan terbuka membuat pembicaraan bisa melebar diluar kendali Anda. Bayangkan jika Anda bertanya,”Bagaimana pendapat Bapak terhadap bisnis ini?”. Jawabannya susah diperkirakan bukan?

Bagaimana kalau Anda memberikan pertanyaan seperti ini :
*Bisnis ini bisa diwariskan, saya yakin Bapak senang bisa memastikan masa depan bagi anak-anak Bapak. Betul khan Pak?

*Jika 2-3 tahun dari sekarang, Ibu bisa membuat panti asuhan untuk anak-anak keluarga atau sahabat ibu yang tidak beruntung. Ibu bahagia khan?

*Jika Anda lulus kuliah dan sudah memiliki penghasilan sendiri puluhan juta, Apakah membanggakan buat Anda?

*Jika 3 tahun yang akan datang, penghasilan Anda naik 10 X lipat, apakah bisnis ini layak dijalankan?

*Jika Bapak meraih reward mobil, Bapak pilih warna apa?
Pilih pertanyaan-pertanyaan yang berhubungan dengan hal-hal penting dalam hidup prospek. Dream building sangat bagus disampaikan setelah marketing plan.

Kesalahan presentasi

Baiklah, sebagai penutup saya ingin mensharingkan beberapa tindakan yang harus Anda hindari karena menghambat efektifnya presentasi :

1. Over promote produk atau marketing plan

Misalnya, “Ini obat dewa, apapun penyakitnya dijamin lenyap dan tidak akan kumat”. Atau,”Kalau Anda mencapai peringkat ini, Anda nggak ngapa-ngapain, penghasilan minimal 2 jt per bulan”.

Sikap bombastis seringkali membuat prospek meragukan Anda. Anda tampak sebagai orang yang tidak obyektif dan berkesan ’memaksa’ prospek untuk membeli/join. Tunjukkan fakta-fakta dengan jujur dan proporsional.

Misalnya jika ada pertanyaan soal khasiat produk ,”Apakah dijamin tidak akan kumat lagi?”. Tunjukkan kepada prospek, orang sehat saja bisa sakit, apalagi orang sudah pernah sakit. Tidak menutup kemungkinan kambuh lagi jika sikap dan perilaku yang menyebabkan penyakit tersebut tidak diubah. Penjelasan Anda yang obyektif akan lebih diterima sekaligus menunjukkan bahwa Anda profesional.

2. Menyerang kebanggaan orang terhadap produk lain

Kadangkala prospek Anda pernah atau sedang menggunakan produk kesehatan yang lain dan menunjukkan khasiatnya kepada Anda. Banyak distributor yang merasa harus ’menang’. Sehingga langsung menceritakan kehebatan atau kelebihan produk Tianshi dibandingkan produk yang dipakai oleh prospek. Anda tahu akibatnya? Anda bisa memenangkan pembicaraan, tapi orang tersebut tidak akan belanja atau bergabung. Mengapa? Sadari, pada saat Anda ’menyerang’ produk lain yang dipakai prospek, Anda tidak sedang menyerang produk itu, tetapi menyerang keputusan prospek untuk menggunakan produk itu. Jelas orang bisa tersinggung.

Jauh lebih baik jika Anda memuji pilihan prospek tersebut. Saya pernah bertemu dengan prospek yang membanggakan produk lain dari Cina juga. Meskipun saya baru pertama kali melihat, saya pura-pura tahu aja. Saya bilang,”Wah ini memang luar biasa Pak, bungkusnya aja bagus sekali. Teman saya juga ada yang pernah pakai ini dan hasilnya bagus. Tapi setelah dikombinasi dengan cordysep hasilnya lebih luar biasa lagi Pak”. Akhirnya, mau juga bliau coba. Setelah pakai, langsung join dan dalam 2 bulan belanja lebih dari 5 juta. Kebetulan, istri dan anaknya juga membutuhkan produk.

3. Membayarkan prospek untuk bergabung

Saat di awal, biasanya kita semangat sekali kalau prospek ada tanda-tanda mau join. Sekaligus khawatir kalau dia join sama orang lain. Akhirnya kita mencari cara untuk ’mengamankan’ salah satunya dengan membayarkan biaya pendaftaran. Bahkan ada juga yang membiayai belanja produknya.
Hati-hati, Anda baru boleh yakin prospek betul-betul mau bergabung jika telah menunjukkan pengorbanan. Kalau baru ngomong saja, tidak ada jaminan. Jadi jangan sekali-kali membayarkan. Kasian uang Anda. Kebanyakan mereka yang dibayarkan ternyata tidak mau menjalankan bisnis ini.

Kalau prospek bilang mau join tapi belum ada uangnya, Anda bilang aja”Ok, DP nya dulu berapa yang ada buat tanda jadi, sudah bisa saya daftarkan”. Anda terima duitnya tapi tidak usah didaftarkan. Anda bilang aja,”Sudah saya daftarkan, stater kit dan kartu anggota bisa diambil setelah lunas”. Kalau dia melunasi, baru benar-benar daftarkan. Tapi kalau batal bergabung, kembalikan uangnya.

Bagaimana kalau tidak ada uang sama sekali? Ga papa, bawa aja formulirnya dan bilang seperti tadi. ”Sudah didaftarkan dan stater kit bisa diambil kalau sudah bayar”. Kalau prospek itu sungguhan ingin join, dia sudah punya ikatan moral dengan Anda. Dia khan tidak tahu kalau Anda belum mendaftarkan. Yang penting Anda tidak merugikan orang lain, sekaligus jangan sampai merugikan diri sendiri.

4. Menjanjikan ’masangin’ downline dan dijamin sukses

Semua orang tahu, bahwa untuk sukses harus kerja keras. Penawaran Anda yang terlalu menyederhanakan membuat orang malah tidak yakin. Kalaupun ada yang percaya kepada Anda, dapat dipastikan, orang tersebut tidak akan membangun bisnisnya. Tidak ada manfaatnya buat bisnis Anda dan juga bisnis dia.

5. Menjelekkan multilevel lain

Anda pasti pernah ketemu dengan prospek yang membandingkan dengan multilevel lain. Betul khan? Anda boleh-boleh saja membandingkan, menunjukkan fakta dan data yang ada secara objektif. Namun jangan sekali-kali dengan bumbu multilevel lain jelek. Semakin banyak Anda menceritakan kejelekan multilevel lain, sebetulnya prospek akan melihat semakin banyak kejelekan Anda. Dan yang lebih penting lagi, Anda menciptakan suasana negatif. Prospek tidak akan merasa nyaman.

Tapi kalau yang prospek bandingkan ternyata adalah money game, arisan berantai atau skema piramid lainnya yang menipu. Anda boleh tunjukkan bahwa mereka illegal dan sangat merugikan masyarakat. Anda bisa tunjukkan penjelasan APLI tentang bedanya multilevel marketing dengan money game.

6. Tidak jujur mengundang atau janji temu

Sebagian distributor tidak PD dan sudah berpikir negatif saat mengundang. Mereka khawatir kalau mengundang untuk pertemuan bisnis, orang pasti tidak mau. Karena itu mereka mengundang dengan alasan acara makan-makan, memanfaatkan pertemuan arisan dsb.

Saat pertemuan, prospek ’kaget’ kok acaranya menawarkan bisnis? Mereka merasa Anda tidak jujur. Kalau sudah begini, jangan harap mereka percaya kepada presentasi Anda.

OK, yang penting dari segalanya adalah Anda selalu yakin bahwa presentasi ANDA akan CLOSING….

Bahwa rata-rata executive ibukota di Asia hanya mampu bertahan 90 hari dengan gaya hidup yang ada apabila besok dia berhenti bekerja, setelah itu mereka mulai menjual asetnya atau terus berhutang.

Kaya adalah relatif. Sebagian orang merasa kaya ketika mempunyai uang 10 juta ruiah. Sebagian orang tidak merasa kaya walaupun mempunyai uang senilai 10 milliar.

Menurut majalah Forbes, kaya adalah orang yang mempunyai penghasilan diatas 1 juta USper tahunnya.
Sedangkan menurut Robert T Kiyosaki, kaya adalah bukan berapa besar aktif income Anda, melainkan kaya adalah apabila pasif income anda lebih besar dari biaya hidup. Yang dimaksud pasif income disini adalah uang yang masuk terus tanpa harus kita bekerja.
Sebagai perbandingan, seperti Mike Tyson yang seumur hidupnya menghasilkan 312 juta US, tapi hari ini baru umur 41 tahun, Mike Tyson dinyatakan bangkrut dan masih berhutang 35 juta US Dollar. Maka sebetulnya Mike Tyson bukan termasuk orang kaya. Termasuk juga orang” yang tidak kaya dalam kategori ini adalah orang” yang mempunyai penghasilan 1 juta US, namun pengeluarannya 1,2 juta US per tahun.

Jadi pertanyaan penting kali ini adalah bila besok anda berhenti bekerja berapa lama anda dapat bertahan hidup dengan gaya hidup anda yang sekarang tanpa harus menjual aset-aset anda, maksudnya apabila anda hari ini naik BMW, begitu anda berhenti bekerja anda tetap naik BMW bulan terus ganti sepeda mini.

Pertanyaan penting yang kedua adalah bagaimana kita bisa hidup kaya menurut Robert T Kiyosaki, yaitu yang dimana pasif income kita lebih besar daripada biaya hidup kita. Jadi menurut Robert T Kiyosaki, kaya adalah bagaimana menciptakan pasif income lebih besar daripada biaya hidup. Cara membuat pasif income adalah yaitu membuat royalti dari hak cipta, rumah yang disewakan, saham” yang menghasilkan deviden, usaha-usaha atau bisnis tanpa harus kita tungguin, dll.